Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pekan ini, Selasa (2/6) cukup menjanjikan. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat 0,63% atau 30,12 poin ke posisi 4.783,73.
Penguatan ini pun melanjutkan hasil positif pada penutupan pekan lalu, di mana IHSG sebelumnya ditutup menguat 0,79% atau 37,43 poin ke level 4.753,61.
Pada penutupan tersebut, terdapat 175 saham menguat, 232 saham melemah dan 154 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp17,29 triliun dari 12,07 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD berhasil menuju ke area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI bergerak ke atas menuju kepada area overbought.
"Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan dalam risetnya, Selasa (2/6).
Berdasarkan beberapa rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.624,97 hingga 4.569,16. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4.828,57 hingga 4.975,54.
Baca juga: Wall Street Ditutup Positif Didukung Tanda Pemulihan Ekonomi
Senada dengan apa yang disampaikan Nafan, Direktur PT Anugrah Mega Investama, Hans Kwee, menilai penguatan IHSG didukung berbagai sentimen positif. Baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat awal pekan dan rawan aksi profit taking di akhir pekan. IHSG berpotensi menguat dengan support level 4700 sampai 4541 dan resistance di level 4800 sampai 4975," ungkap Hans melalui keterangan resmi, Minggu (31/5).
Rencana penerapan new normal atau pelongaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lanjut dia, akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia. Beberapa sentimen yang cukup memengaruhi pergerakan IHSG, yakni ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Apalagi setelah Kongres Rakyat Nasional Tiongkok menyetujui RUU Keamanan Nasional Hong Kong.
Selain itu, AS juga berpeluang besar menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan dan pejabat Tiongkok atas situasi yang terjadi di Hong Kong.
"Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan tidak ada perubahan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Meskipun tensi kedua negara meningkat dan sentimen positif di awal pekan," pungkas Hans. (A-2)
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
IHSG ditutup anjlok 1,61% ke level 7.022 pada Senin (16/3/2026). Investor khawatir defisit fiskal melebar di atas 3% akibat tensi geopolitik & harga minyak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Peningkatan harga emas dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu minat masyarakat terhadap investasi, terutama pada instrumen yang dinilai relatif aman atau safe haven.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved