Sabtu 25 April 2020, 08:08 WIB

Akhir Pekan Emas Jatuh US$9,8 karena investor Ambil Untung

Antara | Ekonomi
Akhir Pekan Emas Jatuh US$9,8 karena investor Ambil Untung

ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
Harga emas global turun di perdagangan akhir pekan, namun perlambatan ekonomi membuat nilai investasi emas terus tumbuh.

 

HARGA emas tergelincir pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor menguangkan keuntungan. Akan tetapi kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dan langkah-langkah stimulus besar-besaran bank-bank sentral utama terus mendukung emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun US$9,8 atau 0,56% menjadi ditutup pada US$1.735,6 per ounce.

Emas berjangka naik US$7,1 atau 0,41% menjadi US$1.745,40 per ounce pada Kamis (23/4), setelah melambung US$50,5 atau 2,99% menjadi di US$1.738,3 di sesi sebelumnya.

"Kami melihat aksi ambil untung jangka pendek di sini dalam emas," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan logam dasar di BMO.

"Namun, emas berada di dekat level tertinggi pergerakannya karena investor ritel dan institusional telah secara konsisten membeli ketika neraca global telah menggelembung dan prospek ekonomi global tetap sangat tidak pasti."

Baca juga: Buyback Saham, BUMN Siapkan Rp10,15 T

Wabah Virus Corona baru, yang telah menginfeksi lebih dari 2,7 juta orang secara global, telah mendorong negara-negara untuk memperluas penguncian guna mengurangi penyebarannya, sementara bank-bank sentral telah melepaskan gelombang langkah-langkah untuk membatasi korban keuangan.

Pada Kamis (23/4) Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan undang-undang bantuan virus korona senilai US$484 miliar, sementara para pemimpin Uni Eropa menyetujui paket penyelamatan langsung sekitar 500 miliar euro.

Emas, investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas dari bank-bank sentral karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Emas terus mendapat manfaat dari campuran besar stimulus yang terlihat dari seluruh dunia. Juga harapan yang cukup tinggi bahwa kita tidak mendekati akhir dari stimulus (mendorong) perdagangan dan itu akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang," kata Edward Moya, seorang analis pasar senior di broker OANDA.

"Satu hal yang dapat menggagalkan reli emas adalah terobosan vaksin untuk covid-19."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 9,4 sen atau 0,61%, menjadi ditutup pada US$15,263 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$14,2 atau 1,8%, menjadi menetap pada US$773,8 per ounce. (A-2)

Baca Juga

Antara

Fitch Pertahankan Sovereign Credit Rating RI pada BBB dengan Outlook Stabil

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:51 WIB
Keputusan tersebut mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik. Serta, rasio utang pemerintah...
AFP/Shaun Curry

Shell Dukung Pemanfaatan Energi Bersih di Indonesia

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:00 WIB
Shell International diketahui berkomitmen mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net zero emission di...
MI/Cri Qanon Ria Dewi.

OJK Lampung Edukasi Literasi Keuangan di Lampung Tengah

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Selasa 28 Juni 2022, 21:51 WIB
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya