Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan angka dasar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional tahun ini akan sangat terkoreksi karena pandemi covid-19. Dari semula ditetapkan pemerintah sebesar 5,3%, maka pertumbuhan diperkirakan bisa melemah sampai 2,3%. Bahkan, jika situasi tidak membaik dalam waktu dekat, pertumbuhan bisa turun sampai 0%.
Menkeu menyebut ada dua skenario yang bisa terjadi, yakni covid-19 mulai mereda atau masih terus berlanjut di kuartal ketiga. “Jika sudah selesai, kuartal ketiga mungkin akan ada recovery di 1,5% sampai 2,8%. Namun, kalau kondisi berat berlanjut, kemungkinan akan terjadi resesi. Dua kuartal berturut-turut PDB kita negatif. Ini sedang kita upayakan untuk tidak terjadi,” kata Menkeu seusai Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, kemarin.
Sri Mulyani juga menyinggung angka kemiskinan yang bisa meningkat sampai 1,1 juta orang akibat melemahnya pertumbuhan PDB. Bahkan, jika pandemi berlangsung hingga kuartal ketiga, penduduk miskin akan bertambah hingga 3,78 juta orang.
Untuk menghindari kemungkinan terburuk itu, pemerintah fokus menggunakan instrumen APBN untuk tiga hal, yaitu pemenuhan gizi dan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan dukungan kepada dunia usaha terutama sektor informal dan UMKM.
Di sisi lain, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2021, yakni di kisaran 4,5% sampai 5,5%. Menurut Menkeu, penetapan angka itu sejalan dengan optimisme pemulihan ekonomi nasional yang akan mulai terjadi pada pengujung 2020.
Pertahankan suku bunga
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kemarin menyatakan BI akan tetap mempertahankan BI 7-day reverse repo rate sebesar 4,50%, suku bunga deposit facility sebesar 3,75%, dan suku bunga lending facility sebesar 5,25%.
“Meskipun BI tetap melihat adanya ruang penurunan suku bunga dengan rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan
ekonomi, kami memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga,” ungkap Perry.
Perry juga mengatakan bahwa risiko resesi ekonomi dunia akan terjadi pada Triwulan-II dan Triwulan-III 2020 sesuai dengan pola pandemi covid-19. Namun, pada Triwulan-IV 2020 diperkirakan kondisi ekonomi dunia akan kembali membaik. (Pra/Des/X-11)
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
(KPK) menduga uang kasus suap pajak turut mengalir ke oknum di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggota DPR RI menyebut kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan melakukan bersih-bersih.
KPK melakukan penelusuran penerimaan uang suap ke pejabat di Ditjen Pajak.
Budi enggan memerinci sosok yang tengah dibidik oleh penyidik. KPK sedang mencari keterlibatan pihak lain yang diduga memiliki peran dalam pengurangan pajak ini.
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas (IPNM) 2026 di angka 5,51%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Perlambatan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode hari raya keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi.
OJK menyebut berdasarkan dari International Data Center Authority (IDCA) ekonomi digital telah berkontribusi lebih dari 15% terhadap PDB global di 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved