Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Dalam Negeri akan memberikan dukungan kebutuhan data mengenai ketersediaan kebutuhan mendasar termasuk pangan dan alat pelindung diri guna mengantisipasi dampak covid- 19 di seluruh daerah.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sesuai menggelar teleconference bersama seluruh Bupati, Walikota dan Sekretaris Daerah se-Indonesia dengan asosiasi dunia usaha seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, pada Selasa (7/4) malam.
"Kami telah melakukan pendataan awal secara bottom-up (dari bawah) jumlah dan jenis kategori kebutuhan alat dan sarana kesehatan untuk penanggulangan Covid-19 di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia. Juga kebutuhan dan ketersediaan sembilan bahan pokok di seluruh daerah," kata Mendagri.
Ia menyebut Provinsi Nusa Tenggara Timur, kekurangan 17 juta liter disinfektan berisi chlorine, sementara, Sulawesi Selatan membutuhkan 250 juta masker biasa dan Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan 3,2 juta buah alat pelindung diri.
"Di sisi lain, kami juga telah mendata perusahaan nasional dalam negeri dan kapasitas produksi mereka di dalam memenuhi semua kebutuhan tersebut," lanjutnya .
Disampaikannya bahwa banyak usaha kecil menengah (UMKM) antara lain konveksi rumahan yang bisa dimobilisasi untuk produksi memenuhi alat pelindung diri (APD).
Baca juga: UMKM Terus Didorong Produksi Masker untuk Dibagi Gratis
Dengan membangun komunikasi dan tukar menukar data antara asosiasi perusahaan dan pemda, imbuhnya, diharapkan mekanisme permintaan dan suplai, dapat dikerahkan untum mengatasi masalah penaggulangan pandemi virus korona (covid-19).
Menurutnya peran pemerintah daerah juga berguna dalam memberikan data untuk keperluan produksi dan distribusi alat-alat yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil pendataan tim Kemendagri, kebutuhan riil alat kesehatan yang sangat dibutuhkan yakni APD, masker, sarung tangan, alkohol, obat-obatan, hand sanitizer.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin Indonesia Rosan Pekasa Roeslani, mengatakan bahwa industri dan pengusaha Indonesia telah mampu memproduksi semua kebutuhan alat kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 kecuali ventilator atau mesin alat bantu pernafasan yang masih harus diimpor.
Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, turut mengatakan akan membantu dengan cepat pelaku usaha untuk mendapatkan berbagai izin edar, sertifikasi atau izin alih usaha pabrik yang memproduksi alat kesehatan berhubungan Covid 19.
"Pemerintah pusat dan Daerah perlu memastikan agar jalur produksi dan kelancaran distribusi barang di daerah berlangsung lancar, baik di pelabuhan udara, laut dan darat, kata Roslan. Ini sangat penting untuk kelancaran pergerakan bahan baku dan distribusi produksi, termasuk pangan ke daerah," ujarnya. (A-2)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai aturan pengupahan berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan sektor industri manufaktur.
Mukota bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang strategis untuk menyiapkan kepemimpinan dunia usaha yang visioner dan relevan dengan tantangan global.
Kampus didorong untuk menggeser orientasi dari sekadar mencetak pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Kadin Kota Tasikmalaya berkomitmen mengambil peran aktif sebagai fasilitator antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan mitra nasional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved