Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pemerintah untuk mengimpor 438 ribu ton gula ditentang keras para petani gula. Pasalnya, persediaan gula saat ini dinilai masih mencukupi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikoen mengatakan impor tidak dibutuhkan karena saat ini masih ada stok akhir tahun 2019 sebanyak 1.080 juta ton.
Selain itu, pada akhir 2019 juga ada impor GKP sebanyak 270.000 ton sehingga jumlah totalnya sebanyak 1.350 juta ton. Itu cukup untuk memenuhi kebutuhan awal 2020. Asumsi ini didasarkan pada kebutuhan per bulan gula konsumsi rata-rata sebanyak 230.000 ton secara nasional.
Soemitro menambahkan, impor akan membuat harga gula petani jatuh. Padahal saat ini di beberapa daerah sudah masuk musim giling.
"Maret di Sumatra Utara, April di Lampung, Mei di Jawa dan Sulawesi Selatan. Jadi tidak mungkin petani menikmati kenaikan harga jika pasarnya dibanjiri gula impor. Kebijakan kita tidak fokus pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani," ujarnya, kemarin.
APTRI dapat memahami apabila impor dilakukan dengan tiga alasan, yaitu terjadi kelangkaan, lonjakan harga yang fantastis seperti yang terjadi pada bawang putih, dan untuk cadangan stok. Ketiganya tidak terjadi saat ini. "Selain itu, ada juga rembesan dari impor gula rafinasi dan masuknya gula ilegal dari perbatasan Malaysia. Itu semua terus terakumulasi dan tidak diakui pemerintah," ujar Soemitro.
Kondisi gula konsumsi yang seolah-olah langka ini selalu terjadi saat mendekati musim giling sehingga muncul dugaan ada yang sengaja menciptakannya untuk memuluskan impor.
Disisi lain, pelaksanaan impor juga tidak transparan karena tidak jelas pihak mana saja yang mendapat jatah, dan tidak jelas juga apakah pihak yang mendapat izin impor diberi tugas membeli gula petani pada musim giling.
Para petani tebu merasa pemerintah kurang berpihak kepada mereka. Salah satunya terlihat dari tidak adanya kenaikan harga patokan gula petani (HPP) yang saat ini Rp9.100 per kilogram.
Karena itu, Sekjen DPN APTRI, M Nur Khabsyin, meminta pemerintah segera menentukan HPP. Penetapan HPP akan memberikan jaminan bagi petani. "APTRI mengusulkan HPP untuk 2020 sebesar Rp12.025 per kilogram, atau dibulatkan Rp12.000/kg," ujarnya. (RO/Ant/E-3)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Gerakan Pramuka menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mencetak generasi muda petani.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved