Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan skandal korupsi di PT Asuransi Jiwasraya yang diduga merugikan negara hingga Rp13,7 triliun tidak termasuk kasus yang memiliki risiko sistemik.
Menteri Keuangan yang juga Ketua KSSK Sri Mulyani menjelaskan, kemarin, hal itu mengacu pada UU Nomor 9/2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan. Disebutkan, yang dimaksud sebagai risiko sistemik ialah hal yang mampu memicu krisis sistem keuangan secara keseluruhan.
Risiko sistemik yang dimaksud, kata Menkeu, ditunjukkan dengan memburuknya indikator ekonomi dan keuangan. Berdasarkan UU itu pula, lembaga jasa keuangan yang dapat memicu krisis sistem keuangan ditujukan pada bank, utamanya bank sistemik.
Bank sistemik pun diklasifikasikan melalui ukuran aset, modal, kewajiban, luas jaringan, kompleksitas transaksi atas jasa perbankan, dan keterkaitan dengan sektor keuangan lain. "Dengan begitu, apabila gagal, ia dapat mengakibatkan keseluruhan sistem perbankan dan sektor jasa keuangan ikut terancam gagal. Itu yang kita gunakan sebagai rambu-rambu."
Sebelumnya, kasus Jiwasraya disebut memiliki risiko sistemik oleh Ketua BPK Agung Firman Sampurno, Rabu (8/1).
Selain merugikan negara sangat besar, skandal Jiwasraya juga menyebabkan gagal bayar bagi nasabah yang jatuh tempo. Untuk mengatasinya, perusahaan pelat merah itu akan membangun anak perusahaan bernama Lotus Putra.
Menurut Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso seusai rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, kemarin, Lotus Putra akan diberi hak mengurus kumpulan asuransi BUMN lain.
Dalam jangka waktu tertentu Lotus Putra akan dijual untuk mendapatkan dana segar. "Angka penjualannya nanti tergantung hasil negoisasi. Bisa di atas Rp3 triliun," terang Wimboh.
Sementara itu, Kejaksaan Agung kemarin memeriksa sembilan saksi. Lima di antara mereka ialah Direktur Maxima Integra Joko Hartono, Direktur Utama PT Ciptadana Securities Ferry Budiman, Direktur Milenium Capital Management Fahyudi Djaniatmadja, Direktur PT GAP Asset Management Muhammad Karim, dan Direktur PT GAP Asset Management Soehartanto.
Kejaksaan Agung juga menyita 1.400 sertifikat tanah dari lima tersangka kasus Jiwasraya. Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan penyitaan itu untuk mencegah jual-beli atau aktivitas usaha lainnya. (Mir/Uta/Dhk/Iam/X-8)
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
(KPK) menduga uang kasus suap pajak turut mengalir ke oknum di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggota DPR RI menyebut kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan melakukan bersih-bersih.
KPK melakukan penelusuran penerimaan uang suap ke pejabat di Ditjen Pajak.
Budi enggan memerinci sosok yang tengah dibidik oleh penyidik. KPK sedang mencari keterlibatan pihak lain yang diduga memiliki peran dalam pengurangan pajak ini.
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved