Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH telah menyiapkan beberapa opsi untuk menutupi utang asuransi Jiwasraya ke para nasabahnya. Staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menuturkan ada empat rencana penting yang telah disiapkan pemerintah untuk bisa mencicil hutang Jiwasraya ke nasabah yang ditaksir mencapai Rp12,4 triliun.
"Kami fokus bagaimana supaya uang nasabah bisa kembali secepatnya. Langkah pertama yang akan diambil ialah restrukturisasi utang-utang tertunggak Jiwasraya," kata Arya seusai menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Fraksi Partai NasDem di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/1).
Dalam upaya percepatan pelunasan utang Jiwasraya, pihaknya akan memilah-milah utang yang menunggak tersebut. Beberapa utang akan segera dibayar lebih cepat dari yang lain. Perusahaan-perusahaan kecil dan uang nasabah pensiunan akan diutamakan untuk dilakukan program percepatan pelunasan hutang.
"Akan dipilah mana yang bisa ditambah jatuh temponya atau dibayar lebih lama, yang diharapkan dipercepat ritel kecil dan dana pensiun," ungkapnya.
Baca juga: Ma'ruf Amin : Kejagung Harus Proses Tuntas Kasus Jiwasraya
Kedua, pemerintah juga akan membentuk holding perusahaan asuransi untuk bisa mengatasi gagal bayar Jiwasraya ke nasabah. Kementerian BUMN, lanjut Arya, masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) terkait mekanisme regulasi holding perusahaan asuransi tersebut. Pembentukan holding asuransi diharapkan dapat menyuntikkan dana pinjaman segar Rp1-2 triliun bagi cashflow keuangan Jiwasraya.
"Kita harapkan nanti dalam proses cepat kalau PP-nya selesai. Karena tetap harus mematuhi regulasi. Kita tidak bisa bikin holding tanpa PP maka tunggu pemerintah yang sedang bekerja keras menyelesaikan ini.
Arya juga menjelaskan akan ada gabungan dari beberapa BUMN untuk membuat anak perusahaan baru yaitu Jiwasraya Putra. Kehadiran Jiwasraya Putra diharapkan mampu memberikan kontribusi positif untuk keuangan Jiwasraya dalam kuartal pertama dan kedua tahun 2020 ini melalui kehadiran para investor.
"Itu juga bisa untuk mengembalikan dana kepada para nasabah," paparnya.
Pemerintah juga akan melihat kembali portofolio saham investasi yang dimiliki Jiwasraya. Jika ada yang mengalami kenaikan harga maka akan dilepas sebagai salah satu opsi tambahan biaya Jiwasraya membayar utang ke nasabah.
"Nah ini yg kita harapkan langsung dana cash yang bisa dihasilkan dari hal ini. Jadi ada empat poin yang akan kita lakukan terhadap Jiwasraya. Tapi secara teknis dikerjakan semua oleh temen-temen Jiwasraya juga," pungkasnya.(OL-5)
Kuasa hukum Kerry Riza mempertanyakan tuntutan 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp13,4 triliun dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru untuk mengelola lahan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
DI tengah melimpahnya sumber daya alam Kalimantan Timur, ironi justru mencuat dari wajah sosial masyarakatnya.
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menolak rencana pemerintah untuk mengalihkan pengelolaan izin 28 perusahaan yang dicabut ke badan usaha milik negara (BUMN).
Disertasi yang dipertahankan Fathudin dalam meraih gelar Doktor Ilmu Hukum tidak sekadar berkontribusi pada pengembangan teori hukum administrasi negara.
MOODY'S Investors Service menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, tetapi tetap mempertahankan peringkat kredit di level Baa2.
Dalam banyak kasus, reaksi galak saat ditagih utang adalah respons stres akut (acute stress response) yang wajar.
DANIRIANSYAH, warga Dusun Mlaten, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami penganiayaan oleh tiga orang tak dikenal selama perjalanan dalam mobil.
Kasus yang awalnya terlihat sebagai persoalan kecil, yakni penagihan oleh "mata elang" kepada kelompok tertentu, kemudian berkembang menjadi konflik kekerasan
AMERIKA Serikat (AS) menjadi penerima terbesar aktivitas kredit resmi Tiongkok di seluruh dunia, demikian menurut sebuah studi baru yang menelusuri arus pembiayaan Beijing.
TIONGKOK mengalihkan fokus pendanaan globalnya, dengan lebih dari tiga perempat kredit atau utang ke negara-negara barat berpendapatan menengah atas dan tinggi misalnya Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved