Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pemerintah terus berupaya meminimalkan kerugian akibat bencana alam yang terjadi di Indonesia. Kementerian keuangan disebutnya akan memonitor segala kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait banjir yang sedang terjadi.
“Ini ialah sesuatu yang menjadi pembelajaran, kami terus memonitor kebutuhan mereka baik dari logistik (anggaran), sosial dari sisi support dan pemerintah daerah dalam hal ini,” tuturnya usai menghadiri pembukaan perdagangan bursa saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin.
Diketahui, banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek, sejak Rabu (1/1). Di Jakarta, me-nurut catatan BNPB, sedikitnya ada tujuh kelurahan dari empat kecamatan terdampak banjir. Ketujuh kelurahan itu tersebar di seluruh wilayah Jakarta, ter-utama Barat dan Timur.
Menurut Menkeu, selain merugi dari sisi materi, imbas dari banjir juga mengakibatkan korban jiwa. Hal itu, menurutnya, merupakan kerugian terbesar.
Padahal, apabila penghitungan dan mitigasi risiko dilakukan dengan baik, banjir bisa saja dapat diantisipasi. “Karena memang kalau kita membangun dan ke-mudian rusak, hanya karena suatu bencana alam yang bisa kita kalkulasi, seharusnya bisa kita hindari,” ujar Ani.
Menurut Ani, mitigasi bencana mungkin jadi salah satu pekerjaan semua pihak untuk betul-betul menjaga risiko dari berbagai kerugian, baik perumahan, fasilitas umum, maupun infrastruktur. “Kita harus mampu mengantisipasi terhadap perubahan dari bencana alam, pola bencana alam, atau pola iklim ini yang telah menyebabkan dampak yang sangat besar kepada masyarakat,” pungkasnya.
Bukan soal anggaran
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan, pemerintah perlu memberikan kejelasan kewenangan ihwal penanggulangan bencana di Indonesia.
BNPB, imbuh Enny, harus memiliki fungsi dan tugas yang selaras dengan nama yang dise-matkan pada lembaga itu. “Dari sisi namanya BNPB, ini lebih ke mitigasi, penanggulangan, seperti apa tupoksinya? Kalau harus menanggulangi dan menangani dari Sabang sampai Merauke, anggarannya hanya Rp700-an miliar itu gak ada apa-apanya,” jelas Enny saat dihubungi, kemarin.
Sebab, lanjut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan dan dikelilingi oleh cincin api akan terus dibayang-bayangi oleh potensi bencana alam, mulai gempa bumi, gunung meletus, hingga tsunami.
Namun, Enny menekankan, anggaran yang diberikan pemerintah untuk mengurusi bencana bukanlah persoalan utama. Hal yang penting dan utama ialah bagaimana mitigasi bencana dapat terlaksana dengan baik. “Anggaran itu nomor kesekian, sekarang kan pemerintah itu mengeluarkan anggaran berbasis follow to function. Kalau misal fungsi BNPB hanya bikin dapur umum, evakuasi, Rp700 miliar itu sudah terlalu banyak.”
Menurut dia, mitigasinya hal yang paling utama. Dia menyebut Jepang yang sering dilanda gempa tapi jarang sekali menimbulkan korban jiwa. “Namun, di kita sekali gempa sampai ribuan yang meninggal. Itu kan persoalan mitigasi bencana,” sambung dia. (Mir/A-1)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
(Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (pejabat Eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta pada Rabu (28/1).
Penyidik mendalami peran konsultan dalam menjembatani komunikasi wajib pajak dengan petugas.
Tujuannya untuk mencegah kedekatan berlebihan antara pejabat dan wajib pajak yang berpotensi memicu penyalahgunaan wewenang.
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved