Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
JASA Tirta II siap menjajaki kerja sama dengan International Company For Water And Power Projects (ACWA Power) sebagai pengembang dan operator pembangkit listrik dan desalinasi air international terkemuka yang berbasis di Arab Saudi, telah menandatangani perjanjian untuk mengeksplorasi pengembangan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Indonesia.
Kerja sama itu dilakukan dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) tentang Pengembangan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Indonesia.
Penandatangan MoU dilakukan Plt. Direktur Operasi & Pengembangan Jasa Tirta II Haris Zulkarnain dan Kepala Pengembangan Tenaga Terbarukan ACWA Power Andrea Lovato dan Salman Baray selaku Direktur Pengembangan Indonesia ACWA Power. Penandatanganan tersebut dilakukan di Pullman Hotel Jakarta, Kamis (5/12).
Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer mengatakan kerja sama ini dapat menjadi peluang bagi Jasa Tirta II untuk meningkatkan kinerjanya dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Waduk Jatiluhur di Jawa Barat dan atau waduk lainnya yang menjadi wilayah pengelolaan dan pengoperasian Jasa Tirta II.
"Dengan telah hadir di 14 negara, ACWA Power secara terbukti handal menyalurkan listrik dan air terdesalinasi dengan harga terjangkau dan menciptakan nilai aset yg berjangka panjang serta berkelanjutan serta juga pertumbuhan sosial-ekonomi," kata Saefudin..
Perusahaan ACWA Power turut memainkan peran penting dalam mempercepat penyebaran energi terbarukan secara global serta bermitra dengan pemerintah-pemerintah dan negara-negara di dunia untuk memenuhi target dan sasaran energi bersih mereka, dan membuka peluang untuk pertumbuhan serta pembangunan.
“Jasa Tirta II mengelola Waduk terbesar di Asia Tenggara dengan volume 3 milyar m3. Dengan aset strategis ini, kami menyadari banyak manfaat dan nilai dapat diciptakan dan dikembangkan, khususnya jenis proyek yang berhubungan dengan pengembangan energi terbarukan," ucap Plt. Direktur Operasi & Pengembangaan Jasa Tirta II Haris Zulkarnain.
"Selain untuk pembangkitan PLTA Ir. H. Djuanda, melalui kerjasama ini kita coba jajaki proyek energi terbarukan melalui photovoltaic /Solar PV yang terpasang di atas permukaan air,” papar Haris.
Menurut Haris, Jasa Tirta II dan ACWA Power akan menjajaki kerja sama sebagai mitra dalam mengikuti Proyek, menyelesaikan pra studi kelayakan, dan mengajukan proposal ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pra studi kelayakan proyek ini akan memuat finalisasi kapasitas dari Proyek, finalisasi teknologi yang digunakan untuk Proyek , menentukan konsultan untuk melakukan studi dampak grid terkait proyek hingga mendapatkan persetujuan dari PLN, finalisasi titik kordinat lokasi dan mekanisme penyediaan lokasi untuk proyek, penentuan besaran tarif dan kesepakatan terkait asumsi yang digunakan.
“Kami berharap projek ini akan diterima oleh pemerintah, dibangun dengan tepat dan akan menghasilkan nilai dan manfaat yang sangat besar bagi kedia belah pihak baik kita maupun pemerintahan,” pungkas Haris.
Sementara itu, pengembangan energi baru terbarukan merupakan salah satu agenda transformasi Jasa Tirta II. MoU ini menjadi salah satu bagian transformasi Jasa Tirta II dalam hal optimalisasi aset dan Regulasi menuju perusahaan pengelola air yang baik di Indonesia.
Fokus transformasi Jasa Tirta II mencakup people and corporate culture, proses bisnis, teknologi informasi dan komunikasi, area bisnis baru, dan optimalisasi aset serta dukungan regulasi sehingga sebagai BUMN Jasa Tirta II dapat berkontribusi lebih banyak bagi ketahanan pangan dan energi nasional. (OL-09)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
Lalu lalang kendaraan listrik di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran mencerminkan arah baru mobilitas di Indonesia.
RENCANA Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan total penambahan pembangkit listrik selama 1 dekade ke depan sebesar 69,5 gigawatt (GW).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
Transformasi digital di tubuh PT PLN menemukan bentuk paling konkret melalui PLN Mobile.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Pemenuhan kebutuhan listrik merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan kebutuhan dasar bagi warga di wilayah terluar Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved