Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi XI DPR Anis Byarwati menyoroti potensi dilakukannya fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh manajemen Bank Negara Indonesia (BNI).
Ia mencontohkan kasus pembobolan dana nasabah Bank BNI senilai Rp58,9 miliar yang terjadi di Ambon, Maluku pada Oktober lalu.
“Pada bulan Oktober lalu, terjadi skandal pembobolan dana nasabah senilai Rp 58,9 miliar yang kemudian diketahui tersangka pelakunya adalah tiga kepala cabang BNI di Tual dan Masohi. Ini dilakukan oleh petinggi BNI sendiri, dan ini menjadi catatan saya,” kata Politisi Partai PKS ini dalam rilis pers, Rabu (27/11).
Politikus Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa kasus ini harus menjadi peringatan bahwa sistem pengawasan internal BNI perlu dibenahi, karena manajemen yang seharusnya melakukan pengawasan, namun mereka sendiri yang melakukan fraud.
Anis juga mengingatkan bahwa kasus manajemen fraud di internal BNI ternyata juga pernah terjadi di beberapa kantor cabang daerah lainnya, terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, ia juga menemukan kasus serupa terjadi di Garut pada tahun 2011 namun baru terungkap pada tahun 2019, yang menimpa salah satu warga Ciwalen, Garut, Atang Suparma (52) yang secara tiba-tiba ditagih oleh lima orang penagih hutang karena belum membayar pinjaman KUR dari Bank BNI.
Anis menyampaikan bahwa Kuasa Hukum Atang menduga adanya manipulasi data yang dilakukan oleh manajemen BNI, karena Atang tidak pernah mengajukan KUR kepada BNI dan bukan pula nasabah BNI. Mediasi yang dilakukan dengan pihak BNI pada Agustus 2019 atas kasus ini hingga kini belum menemukan jalan keluar.
Temuan lain, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengeluarkan laporan temuan pengelolaan KUR di Lubuk Linggau yang diduga terkait manipulasi data pada tahun 2012 lalu. Pencairan fasilitas KUR kepada 295 debitur dengan plafond sebesar Rp 78,9 miliar diragukan kewajarannya, di mana 126 debitur diantaranya dengan total plafond sebesar 47,3 miliar rupiah terindikasi fiktif.
Hal yang sama terulang di tahun 2013, di mana BPK menemukan pemberian fasilitas KUR kepada 50 kelompok peternak sapi, 20 kelompok ayam petelur dan 60 kelompok ayam pedaging, serta 24 debitur sub kontraktor, terindikasi direkayasa dan berpotensi merugikan BNI.
“Bagus apa yang telah dilakukan BNI dalam penyaluran KUR terutama di daerah-daerah minus, namun yang ingin saya garis bawahi adalah sistem pengendalian internal di kantor cabang daerah harus menjadi catatan karena seharusnya dapat meminimalisir fraud. Soal ini penting menjadi perhatian kantor pusat,” tutur Anis.
Sebagaimana diketahui, sepanjang Januari sampai September 2019, BNI melaporkan telah menyalurkan dana KUR sebesar Rp14,4 triliun atau setara dengan 90 persen dari jatah tahun ini yaitu sebesar Rp16 triliun.
“KUR merupakan program memberdayakan masyarakat, ketika masyarakat dibohongi, maka perilaku itu tidak hanya merugikan citra BNI, tetapi juga menurunkan reputasi dan kredibilitasnya yang berpengaruh pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BNI,” pungkasnya. (OL-09)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Total pembiayaan akan mencapai Rp10 triliun, dengan masing-masing penerima akan memperoleh kredit maksimal Rp500 juta.
Terkait dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan, Hery menilai pengaruhnya tidak signifikan mengingat skala bisnis BRI yang besar.
Jumlah debitur KUR di tiga wilayah tersebut mencapai 1.018.282 dengan nilai pembiayaan sebesar Rp43,95 triliun.
PEMERINTAH menyiapkan kebijakan khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah tengah menyiapkan skema hapus buku utang kredit usaha rakyat (KUR) bagi masyarakat di wilayah bencana.
Don Muzakir, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani Aceh yang terdampak banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved