Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KESULITAN perbankan dalam menurunkan suku bunga kredit disebabkan keketatan likuditas dan belum turunnya suku bunga deposito.
Menurut Wakil Ketua Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas) Tigor Siahaan, sulit untuk menurunkan suku bunga kredit ketika suku bunga deposito belum turun.
"Tentu saja ini sesuai dengan pasar dan kalau memang ada kesempatan untuk nurunin (suku bunga kredit) kita juga mau. Akan tetapi, itu juga berhubungan dengan depositnya. Kalau depositnya belum turun tentu saja agak sulit," ujarnya seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (25/11).
Hal senada diungkapkan Direktur Keuangan Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu.
"Tadi DPR pada ngeluh kenapa transmisinya lama. Jawabannya kan simpel, lah depositnya tiga bulan, enam bulan. Kedua, likiditasnya ketat. Apa yang mau diturunin kalau liquidity-nya gak ada?" jelasnya di tempat yang sama.
Baca juga : Legislator Harapkan Pemerataan PSBI di Jateng
"Depositonya gak bisa langsung. Tunggu jatuh tempo dulu. Apalagi ada yang tiga bulan dan enam bulan," imbuhnya.
Menurut Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan, suku bunga kredit ini sedang menuju tren penurunan.
"Pasti begitu jatuh tempo akan turun. Tahun depan pasti (turun). Kita akan mengikuti pasar, arahnya ke situ kok. Sudah pasti suku bunga turun. Kalau berapa turun basis poinnya, saya belum bisa ngasih tahu angkanya sekarang. Tapi sudah pasti trennya turun," katanya saat ditemui secara terpisah seusai RDP.
Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Internasional Indonesia (Perbina) Batara Sianturi juga menyebut bank-bank ingin secepatnya menurunkan suku bunga kredit.
"Transmisi suku bunga itu ya kita pengen secepatnya. Bank itu kan kalau sudah diturunkan bagaiamana transmisi itu tidak terlalu panjang," ungkapnya di tempat yang sama.
Namun, imbuhnya, struktur setiap bank itu berbeda. Ada heavy institusional banking dan retail banking.
"Saya gak bisa generalisasi transimisi penurunan suku bunga untuk setiap bank. Jadi saya rasa dikembalikan lagi kepada tiap bank, himbauannya adalah bagaimana velocity daripada transmisi penurunan suku bunga ini bisa lebih cepat lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral telah memangkas suku bunga acuan atau BI 7-day Reserve Repo Rate sebanyak empat kali secara beruntun sejak Juli hingga Oktober 2019 sebesar 100 basis poin (bps) menjadi 5%. (OL-7)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved