Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah.
Per Januari 2020, GWM diturunkan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,5% dan 4,0%, dengan GWM rerata masing-masing tetap sebesar 3,0%. Adapun BI tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7DRRR tetap 5%.
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kebijakan itu ditempuh untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan. Ia mengatakan distribusi likuiditas antarkelompok bank tidak merata.
"Sejumlah kelompok bank termasuk kelompok buku 2, buku 3, dan juga buku 1 memang mengalami kekurangan dana karena persaingan untuk dana pihak ketiga," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, kemarin.
Di dalam persaingan itu, imbuhnya, sejumlah kelompok bank kurang bisa menarik bagian porsi dari dana pihak ketiga. Oleh karena itu, penurunan GWN dapat menambah likuiditas seluruh bank.
"Jumlahnya berapa? Bank umum dengan penurunan 50 bps, tambahan likuiditasnya sebesar Rp24,1 triliun. Sementara itu, untuk bank umum syariah Rp1,9 triliun," jelasnya.
Dengan begitu, jumlah tambahan likuiditas untuk seluruh bank sebesar Rp26 triliun.
"Nah, Rp26 triliun ini akan menambah likuiditas seluruh bank sehingga memudahkan mereka untuk menyalurkan kredit. Sementara itu, permintaan kredit dari korporasi akan meningkat dengan semakin membaiknya confidence akan ekonomi Indonesia ke depan," pungkasnya.
Pengamat ekonomi Ryan Kiryanto mengatakan langkah BI itu membuat bank tidak harus khawatir dihadapkan pada kondisi likuiditas yang ketat seperti waktu-waktu yang lalu. Dengan begitu, bank tidak tergoda untuk menaikkan suku bunga, malahan menurunkan arah suku bunga sebagaimana diharapkan Presiden Jokowi. "Kami meyakini permintaan kredit akan meningkat di 2020 nanti seiring dengan semangat pemerintah (K/L) untuk mempercepat penyerapan anggarannya," ujar Ryan. (Ifa/E-1)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved