Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah.
Per Januari 2020, GWM diturunkan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,5% dan 4,0%, dengan GWM rerata masing-masing tetap sebesar 3,0%. Adapun BI tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7DRRR tetap 5%.
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kebijakan itu ditempuh untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan. Ia mengatakan distribusi likuiditas antarkelompok bank tidak merata.
"Sejumlah kelompok bank termasuk kelompok buku 2, buku 3, dan juga buku 1 memang mengalami kekurangan dana karena persaingan untuk dana pihak ketiga," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, kemarin.
Di dalam persaingan itu, imbuhnya, sejumlah kelompok bank kurang bisa menarik bagian porsi dari dana pihak ketiga. Oleh karena itu, penurunan GWN dapat menambah likuiditas seluruh bank.
"Jumlahnya berapa? Bank umum dengan penurunan 50 bps, tambahan likuiditasnya sebesar Rp24,1 triliun. Sementara itu, untuk bank umum syariah Rp1,9 triliun," jelasnya.
Dengan begitu, jumlah tambahan likuiditas untuk seluruh bank sebesar Rp26 triliun.
"Nah, Rp26 triliun ini akan menambah likuiditas seluruh bank sehingga memudahkan mereka untuk menyalurkan kredit. Sementara itu, permintaan kredit dari korporasi akan meningkat dengan semakin membaiknya confidence akan ekonomi Indonesia ke depan," pungkasnya.
Pengamat ekonomi Ryan Kiryanto mengatakan langkah BI itu membuat bank tidak harus khawatir dihadapkan pada kondisi likuiditas yang ketat seperti waktu-waktu yang lalu. Dengan begitu, bank tidak tergoda untuk menaikkan suku bunga, malahan menurunkan arah suku bunga sebagaimana diharapkan Presiden Jokowi. "Kami meyakini permintaan kredit akan meningkat di 2020 nanti seiring dengan semangat pemerintah (K/L) untuk mempercepat penyerapan anggarannya," ujar Ryan. (Ifa/E-1)
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengaku tidak pernah ada pembahasan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait penunjukan dirinya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bank sentral melakukan intervensi di pasar keuangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved