Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KINI semakin banyak perempuan ingin tampil cantik. Tidak heran bila bisnis produk kecantikan permintaannya terus meningkat, seiring dengan banyaknya orang yang datang ke klinik maupun salon kecantikan untuk mendapatkan perawatan khusus.
Rupa-rupa produk skincare pun kian variatif ditawarkan dengan jenis dan keunggulan yang sangat kompetitif. Ketatnya persaingan di bidang personal care itu menjadi celah bisnis tersendiri bagi PT Multi Prestasi Mas (MPM), produsen produk skincare dan kosmetik MPM Beauty yang telah berkembang selama 20 tahun di Indonesia.
Selain padatnya aktivitas yang menuntut perempuan tetap terlihat segar, cantik dan penuh percaya diri, kemandirian dan daya juang perempuan bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya, juga menjadi perhatian MPM Beauty.
"Melalui produk kecantikan dan kosmetik, perusahaan menciptakan peluang berwirausaha dengan sistem penjualan langsung (direct selling), menyasar kaum hawa (80%) sebagai pelaku usahanya," kata Raphael Michael, Chief Marketing Officer PT Multi Prestasi Mas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/10).
Studi berjudul “Women Career Advancement in Public Service” (2012) terhadap perempuan Indonesia menjelaskan, perempuan Indonesia cenderung memilih untuk tetap dekat dengan rumah karena adanya tanggung jawab keluarga. Mereka juga diklaim cenderung menolak pekerjaan jika pekerjaan tersebut menjauhkan mereka dari rumah.
Baca juga : Industri Keuangan Syariah Indonesia Peringkat Pertama Dunia
Studi lain berjudul “Women’s Leadership in Indonesia: Current Discussion, Barriers and Existing Stigma” (2016) menyatakan, rerata perempuan Indonesia menjaga komitmen domestik sebelum terlibat dalam kegiatan lain.
Dalam survei itu juga disebut 39% perempuan Indonesia berhenti kerja kantoran karena ingin waktu kerja yang lebih fleksibel, serta 35% melepas karie di kantor karena ingin mencari uang lebih banyak.
“Maka itu, MPM membuka peluang usaha, terutama untuk perempuan dengan produk kecantikan yang diproduksi menggunakan bahan alami, selain juga mengandalkan teknologi pada setiap produknya,” ujar Raphael Michael.
Michael mengatakan, pabriknya siap mensuplai rangkaian produk skincare mulai dari whitening day cream, night cream, serum, facial wash dan toner. Juga ragam produk kosmetik seperti lipstick, lipcream dan bedak.
MPM pun sudah dipercaya sejak puluhan tahun lalu oleh beberapa brand klinik ternama seperti BeautyLab, Animate, Local dan lain sebagainya.
“Banyak dokter spesialis kulit yang bekerja sama dengan perusahaan kami dalam pembuatan paketan skincare. Setiap lini produksi produk menggunakan teknologi terkini dan proses yang ketat, termasuk uji mikrobiologi untuk memastikan end user mendapatkan produk sehat dan berkualitas,” ungkapnya.
Untuk memulai usaha, rangkaian skincare senilai Rp30 juta bisa menjadi langkah awalnya.
“Sistemnya beli putus. Kami memberikan harga pabrik, pricing silahkan ditentukan sendiri disesuaikan dengan target pasar dan spesifikasi produknya,” kata Michael.
Peluang ini terbuka bagi siapapun khususnya pelaku bisnis produk kecantikan (pemilik brand), distributor, klinik dan salon. Menariknya, konsumen bebas menentukan merek produk sendiri.
Baca juga : 12 Tahun Berjalan, Kompetisi WMM Jaring Puluhan Rubu Wirausaha
Pabrikan menargetkan sekitar 3-6 bulan pemilik usaha sudah bisa memiliki brand skincare ataupun kosmetiknya sendiri.
"Bedanya kami dengan yang lain, setiap partner boleh menggunakan merek sendiri dengan izin BPOM. Terkait izin edar BPOM kami akan bantu hingga tuntas dan clear, sehingga produknya legal,” terangnya.
Calon pebisnis sebelumnya juga akan dibekali ragam informasi produk. Selanjutnya, kreativitas pebisnis dalam memasarkan produk kecantikan akan menentukan keberhasilan berwirausaha di bidang kecantikan ini.
Menurut Michael, kualitas produk dan strategi pemasaran menjadi faktor kuat untuk menggeber bermacam produk. Salah satunya seperti serum dan facial foam dengan kandungan alami beraroma lembut bisa mendatangkan keuntungan, tentunya dengan strategi penjualan yang tepat.
“Sekali lagi, kreativitas dan strategi pemasaran pelaku usaha menentukan keberhasilan bisnis produk kecantikan ini,” tambahnya. (RO/OL-7)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Mendorong pertumbuhan wirausaha baru, memperkuat jejaring bisnis lokal, dan membuka peluang ekspansi global bagi jenama-jenama Indonesia menjadi fokus utama IFCB 2025.
Paviliun ini menampilkan berbagai merek waralaba Thailand mulai dari kuliner, minuman kekinian, hingga konsep bisnis gaya hidup.
AIR Minum Biru terus mendorong ekspansi gerai di berbagai kota. Kini lebih dari 808 gerai tersebar melalui sistem waralaba yang profesional.
Untuk pemenuhan kebutuhan lokasi bisnis, platform ini bersinergi dengan Pinhome, yang juga memiliki layanan servis lainnya khususnya kebutuhan rumah tangga.
Langkah ini diambil sebagai jawaban atas berbagai keluhan pelaku usaha waralaba di daerah yang selama ini terhambat oleh proses administratif yang lambat dan tidak seragam antardaerah.
FLEI menghadirkan pengalaman bagi pengunjung untuk menjelajahi peluang usaha dan berinteraksi dengan brand potensial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved