Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI bank berbasis mobile yang bernama digibank by DBS telah meluncurkan fitur e-SBN pada Mei 2019. Dengan fitur tersebut, nasabah dapat membeli surat berharga negara secara online atau daring. Kini digibank by DBS memperkaya ragam produk tersebut dengan menjadi mitra distribusi Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI016.
Hal tersebut merupakan salah satu fokus DBS dalam bertransformasi secara digital dan mendefinisikan masa depan perbankan melalui digibank by DBS.
ORI merupakan salah satu dari sepuluh surat berharga negara untuk investor ritel (SBN Ritel) yang ditawarkan pada 2-24 Oktober 2019. Nasabah dapat ikut berpartisipasi dalam investasi obligasi negara dengan membeli ORI melalui digibank by DBS.
Sebagai full fledge perbankan digital, digibank by DBS memungkinkan nasabah untuk membeli ORI di mana saja dan kapan saja dengan proses 100% digital dari awal hingga akhir.
Nasabah yang ingin berinvestasi ORI hanya perlu untuk membuat single investor identification (SID) dengan mengisi data diri melalui digibank by DBS.
Konfirmasi nomor SID akan dikirim melalui surel (email) dalam satu hari kerja. Setelah menerima konfirmasi nomor SID, nasabah dapat melakukan registrasi e-SBN dan melanjutkan pemesanan. Pembayaran dilakukan dengan menggunakan dana yang terdapat di rekening digibank savings.
“Komitmen kami untuk mewujudkan intelligent way of banking adalah dengan terus memperkaya fitur yang telah kami miliki dan menjadi solusi perbankan digital yang lengkap, terpadu, mudah, praktis, dan tanpa hambatan,” ungkap Managing Director Head of Digital Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto, di Jakarta, Sabtu (5/10).
“Kami ingin mendukung pemerintah dengan menjadi mitra distribusi ORI yang merupakan produk investasi dari Indonesia untuk Indonesia. Selain itu, kami juga ingin mendorong nasabah khususnya generasi milenial untuk dapat mandiri secara keuangan dengan berinvestasi ORI,” ucap Leonardo.
ORI016 adalah salah satu instrumen surat berharga negara (SBN) yang ditawarkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan kepada individu warga negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar perdana, dan digibank by DBS menjadi salah satunya.
“Oleh karena itu, ORI dijamin langsung oleh pemerintah. Dengan kupon 6,8% yang dibayarkan di tanggal yang sama tiap bulannya, nasabah dapat mulai berinvestasi ORI mulai dari 1 juta rupiah dan kelipatannya hingga maksimum sebesar Rp3 miliar,” jelas Leonardo.
Selain itu berbeda dengan SBN lainnya, ORI memiliki karakteristik dapat diperjualbelikan dengan mengikuti harga pasar di pasar sekunder, setelah pembayaran kupon pertama yaitu pada 15 Desember 2019. Sehingga ORI merupakan pilihan yang tepat bagi milenial untuk berinvestasi karena dapat dijadikan dana darurat. (OL-09)
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan Luhut Binsar Pandjaitan soal suntikan dana Rp50 triliun ke INA, dengan syarat dialokasikan ke sektor riil, bukan obligasi.
IHSG, nilai kapitalisasi pasar, dan juga rata nilai transaksi harian, membukukan rekor tertinggi atau all time high. Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja yang positif.
Rencana penerbitan private placement Patriot Bond oleh Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun menuai dukungan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved