Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo berencana merevisi 74 aturan yang dinilai berpotensi menghambat investasi yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut dilakukan setelah investor diketahui lebih memilih negara-negara tetangga seperti Vietnam.
Presiden menegaskan itu saat membuka Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin.
Hadir dalam acara itu sejumlah pejabat negara, antara lain Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Jaksa Agung HM Prasetyo, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadalia, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, Ketua Kadin Indonesia 2015-2020 Rosan Roeslani, dan pendiri Hipmi Abdul Latif.
Dalam kesempatan itu Presiden berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan kondusif untuk memanfaatkan pasar Indonesia. Menurut rencana, pemerintah akan mengajukan banyak revisi undang-undang terkait dengan perizinan dan investasi yang memungkinkan keleluasaan bagi Indonesia untuk bergerak lebih jauh dan bersaing dengan negara-negara lain.
"Kemarin sudah kita hitung ada kurang lebih 74 undang-undang yang langsung akan kita minta, kita revisi, agar kecepatan kita dalam bergerak, kecepatan kita dalam bersaing dengan negara-negara lain, bisa kita miliki," tegas Presiden.
Sebelumnya, Ketua Umum BPD Hipmi Jaya, Afifuddin Suhaeli Kalla, menyebutkan setelah 21 tahun Jakarta akhirnya kembali menjadi tuan rumah Munas Hipmi.
"Kami ingin memberikan yang terbaik dalam penyelenggaraan Munas XVI yang salah satu agendanya pemilihan ketua dan program kerja Hipmi ke depan," ujarnya.
Ketum BPP Hipmi, Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa meski ada persaingan, Hipmi tetap solid. Sandiaga Uno sempat bersaing dengan Joko Widodo dalam Pilpres 2019.
"Keduanya anggota Hipmi. Seusai bersaing, bersatu kembali sebagai satu keluarga besar," kata Bahlil.
Munas, ujar Bahlil, bukan hanya menetapkan pengurus baru. "Yang lebih penting, membuat program kerja dengan tantangan ekonomi ke depan yang tak ringan." (Mal/X-6)
Pemerrintah mengungkapkan rencana memperbaiki Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika agar terdapat pembeda yang jelas antara pengedar dan pengguna.
Dia mengatakan bahwa penegakan hukum harus terintegrasi melalui KUHAP yang baru, mulai dari penyidik, penuntut, pengadilan, sampai ke tingkat lembaga pemasyarakatan.
Zulfikar menjelaskan revisi UU ASN masuk dalam Prolegnas 2025 yang artinya Komisi II DPR dan Badan Legislasi akan melakukan perubahan kedua terkait undang-undang tersebut.
Ahmad Sahroni menyebutkan bahwa DPR tak bisa menutup-nutupi terkait sidang pembahasan revisi Undang-Undang Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri).
Massa sempat berhasil menjebol pagar pembatas kaca pos pengamanan, kemudian disusul dengan pemecahan kaca menggunakan batu dan kayu.
Dave mengatakan banyak hal yang perlu dibahas di revisi UU Penyiaran. Karena banyak perkembangan di sektor penyiaran.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dinilai turut memengaruhi mobilitas masyarakat.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Hipmi diminta turut aktif dalam menumbuhkan inovasi serta menciptakan lapangan kerja baru.
KONDISI industri tekstil saat ini telah mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan untuk melarang perdagangan thrifting atau pakaian bekas impor.
HIPMI dan HAI meluncurkan Elite Investment Club (EIC), platform kolaborasi investasi berbasis AI untuk memperkuat ekosistem pengusaha muda menuju Indonesia Emas 2045.
Hipmi melihat pentingnya menjaga kesinambungan industri agar jutaan pekerja dan petani tidak kehilangan mata pencaharian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved