Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah akan mendorong kinerja ekspor-impor untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan dan transaksi berjalan.
Demikian disampaikannya saat memberikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi tentang RAPBN 2020.
"Untuk mendukung pertumbuhan ekspor, pemerintah akan terus meningkatkan pangsa pasar melalui kerja sama perdagangan bilateral untuk memperluas negara tujuan ekspor yang memiliki pasar potensial," terang Sri Mulyani, di ruang rapat paripurna, Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/8).
Selain itu, kata dia, kebijakan perdagangan juga akan difokuskan pada penyempurnaan fasilitas di kawasan-kawasan khusus dan penurunan biaya produksi melalui perbaikan sistem logistik. Pemerintah, tambahnya, juga akan tetap memberikan insentif untuk fasilitasi perdagangan yang efektif dan terarah.
Tidak hanya itu, lanjut dia, pendampingan kepada pelaku ekspor juga akan diberikan untuk meningkatkan daya saing dan menghilangkan kendala dalam ekspor, termasuk melalui promosi dan proses negosiasi.
"Pemerintah juga terus mendorong proses hilirisasi serta terbangunnya rantai industri hulu dan hilir dalam rangka menjaga pasokan bahan baku dan mengurangi impor," ujarnya.
Baca juga: Neraca Perdagangan Juli 2019 Defisit, BI: Faktor Ekonomi Global
Terkait kebijakan impor, sambung Sri Mulyani, itu akan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan domestik sesuai dengan prioritas nasional terutama bahan baku dan barang modal untuk ekspor.
Kebijakan tersebut juga akan disertai dengan penyederhanaan penerbitan perizinan perdagangan dan peningkatan output produksi serta kelancaran distribusi barang-barang domestik.
"Untuk mengurangi impor migas, pemerintah akan terus mengembangkan energi baru dan terbarukan serta mempercepat pemberlakuan program B30," imbuhnya.
Adapun untuk penguatan neraca transaksi berjalan, Sri Mulyani mengatakan bahwa itu tidak hanya ditempuh melalui perbaikan neraca perdagangan barang, tetapi juga melalui penguatan neraca perdagangan jasa.
Untuk peningkatan ekspor jasa nasional, ucapnya, pemerintah akan mempercepat pengembangan empat destinasi pariwisata super prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.
"Upaya tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara, sekaligus mendorong perekonomian daerah wisata, serta menambah devisa negara," tandasnya. (A-4)
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved