Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH akan menggunakan berbagai instrumen kebijakan dalam rangka mendorong perlindungan hutan di berbagai daerah. Instrumen-instrumen kebijakan terkait lingkungan hidup dan kehutanan tersebut ada pada Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).
Demikian diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Konferensi Transfer Fiskal Ekologis di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (1/8).
Sri menambahkan, anggaran APBN 2019 yang mendekati Rp2.500 triliun, sepertiganya dialokasikan untuk TKDD.
"Besarnya TKDD dari tahun ke tahun meningkat luar biasa besar. Terakhir, untuk tahun ini mencapai Rp826,8 triliun atau tumbuh 9,1%, kenaikannya tinggi dan jenis instrumennya juga semakin bervariasi," ujarnya.
Adapun instrumen-instrumen dalam TKDD yang terkait dengan lingkungan hidup yakni, DBH SDA (Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam), DAK (Dana Alokasi Khusus), Dana Insentif Daerah (DID), Hibah Daerah, Dana Desa, dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Namun menurut Sri, instrumen DAU sampai saat ini tidak didesain untuk menjawab permasalahan spesifik terkait konservasi hutan maupun kompensasi atas perlindungan lingkungan hidup.
"Kalau kita menggunakan DAU dimana masalah luasan hutan ini dimasukkan, persoalan yang muncul langsung adalah bahwa tidak semua daerah memiliki luasan hutan. Sehingga kalau memasukkan formula itu di DAU dengan sendirinya langsung meningkatkan daerah yang punya luasan hutan dan meng-nolkan daerah yang tidak punya hutan," jelasnya.
Untuk itu, Menkeu menyarankan salah satu instrumen alternatif yang telah diterapkan di Papua yakni Dana Otonomi Khusus.
"Papua juga sudah menggunakan dana khusus ini antara lain untuk lingkungan hidup dan kehutanan contohnya penggunaan untuk program rehabilitasi hutan, program perencanaan dan pengembangan hutan, serta peningkatan kualitas serta akses informasi," tambahnya.
Baca juga: Menteri Siti Nurbaya: Kejahatan Lingkungan Harus Dihentikan
Dalam kesempatan itu, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) 2008-2018 Sangkot Marzuki mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki wilayah hutan terluas. Namun, daerah-daerah di dalam negeri yang memiliki hutan yang luas justru sedang menghadapi dilema.
Daerah yang memilih untuk menjaga hutan tidak mendapatkan keuntungan dibandingkan daerah yang mengganti fungsi hutan menjadi lokasi tambang atau perkebunan kelapa sawit. Padahal, menjaga hutan juga menimbulkan biaya yang tidak sedikit.
"Semakin tinggi proporsi hutan primer dan sekunder di sebuah daerah, pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut justru turun karena tidak ada keuntungan yang didapat," kata Sangkot.
Oleh sebab itu, Sangkot menilai dibutuhkan transfer fiskal ekologis untuk mendorong pemerintah daerah agar tetap menjaga kawasan hutan yang ada di wilayahnya.
Senada, Direktur World Resources Institute (WRI) Indonesia Nirarta Samadhi menuturkan, pemerintah maupun masyarakat Indonesia harus melakukan berbagai tindakan guna mencegah peningkatan suhu bumi, salah satunya dengan menjaga kawasan hutan melalui kebijakan transfer fiskal ekologis yang dibarengi dengan upaya pengurangan emisi.
"Kita perlu bergegas melakukan tindakan agar peningkatan suhu bumi tidak lebih dari 1,5 derajat. Jika kita hanya fokus pada upaya pengurangan emisi, maka peningkatan suhu bumi kita akan berada pada titik di atas 3 derajat," ujarnya. (A-4)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
(Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik 27 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (pejabat Eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta pada Rabu (28/1).
Penyidik mendalami peran konsultan dalam menjembatani komunikasi wajib pajak dengan petugas.
Tujuannya untuk mencegah kedekatan berlebihan antara pejabat dan wajib pajak yang berpotensi memicu penyalahgunaan wewenang.
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
urbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan anggaran yang digunakan untuk iuran 1 miliar dolar AS untuk keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza bisa diambil dari apbn
Hingga akhir tahun 2025, penerimaan pajak baru mencapai 87,6% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Karena coretax berjalan belum sesuai perencanaan awal. Sehingga hal ini justru menyebabkan penerimaan pajak tersendat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved