Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Peserta Asuransi Tani Masih Minim

Andhika Prasetyo
08/7/2019 17:45
Peserta Asuransi Tani Masih Minim
PROGRAM ASURANSI PETANI PADI( ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/)

HINGGA pertengahan 2019, total lahan yang terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) baru seluas 232.255 hektare (ha). Jumlah tersebut berada jauh di bawah target yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) yakni satu juta ha.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy mengungkapkan masih minimnya lahan yang mengikuti program AUTP karena sepanjang semester pertama tahun ini kondisi cuaca masih baik. Curah hujan masih tinggi sehingga ancaman bencana kekeringan masih tidak dipikirkan para petani.

Ketika musim kemarau tiba, lanjutnya, para petani baru mulai mendaftarkan sawah-sawah mereka.

"Biasanya memang pengajuan asuransi baru ramai pada musim tanam kedua. Setiap tahun trennya seperti itu," ujar Edhy di kantornya, Jakarta, Senin (8/7).

Baca juga: Hingga Pertengahah Tahun, Asuransi Tani Belum Separuh Target

Ia menyebut, pada tahun lalu, total sawah yang mengikuti AUTP tercatat sekitar 800 ribu ha. Dari total tersebut, yang mengajukan klaim hanya seluas 200 ribu ha.

"Jadi, dari 800 ribu ha itu kan tidak seluruhnya gagal panen. Yang terkena bencana atau kekeringan itu hanya 200 ribu jadi yang klaim juga sebatas itu," ucapnya.

Ia mengimbau para petani segera mendaftarkan sawah mereka ke dalam program AUTP guna menghindari kerugian akibat fenomena kekeringan yang tengah melanda sebagian wilayah Indonesia.

Para petani cukup membayarkan premi sebesar Rp36 ribu per ha per musim tanam. Adapun, sisa premi sebesar Rp144 ribu disubsidi atau menjadi tanggungan pemerintah. Jika sawah mereka mengalami gagal panen, pemerintah akan memberikan biaya ganti rugi sebesar Rp6 juta per ha.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya