Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADE and Private Sector Assistance (TPSA) yang merupakan program kolaborasi Kementerian Perdagangan dan Global Affairs Canada (GAC), selama periode 2015-2019, telah menghasilkan dampak positif. Dari program tersebut, muncul 15 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang kini mampu memproduksi komoditas level dunia sekaligus memasarkan barang mereka ke pasar Amerika Utara.
Setidaknya, selama program berjalan peningkatan ekspor di tiga komoditas unggulan yakni pakaian jadi, alas kaki dan kopi ke pasar tersebut mencapai US$4,8 juta.
"Melalui pembinaan yang intensif, para UKM binaan TPSA Project berhasil masuk ke pasar Kanada dan meningkatkan ekspor mereka. Kami harap hasil baik ini akan terus berlanjut sebingga bisa mendorong peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dan Kanada ke depan," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda melalui keterangan resmi, Jumat (5/7).
Field Director TPSA Project Gregory Elms pun mengaku senang dengan capaian positif dari program yang diadakan.
"Keberhasilan pelaksanaan TPSA Project ini merupakan bentuk koordinasi dan kolaborasi kedua negara. Sehingga dapat memberikan dampak positif yang signifikan kepada pelaku usaha di Indonesia," ujarnya.
baca juga: Hari Ini Prambanan Jazz Festival Mulai Digeber
TPSA Project adalah proyek yang didanai pemerintah Kanada melalui GAC yang dilaksanakan the Conference Board of Canada selama lima tahun.
Tujuan proyek tersebut ialah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui intensifikasi perdagangan dan investasi dengan mendorong perdagangan antara Indonesia dan Kanada. Selain itu, juga untuk meningkatkan peluang dan kemitraan investasi dan perdagangan yang berkelanjutan untuk kedua negara. (OL-3)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved