Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) mencatat kinerja ekspor minyak sawit secara keseluruhan yakni biodiesel, oleochemical, CPO dan produk turunannya, pada Maret, mencapai 2,96 juta ton atau tumbuh 3% dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang hanya 2,88 juta ton.
Kendati mengalami peningkatan, itu dianggap kurang signifikan karena potensi yang seharusnya bisa lebih tinggi dari angka tersebut.
"Sentimen Uni Eropa telah menggerus kinerja ekspor Indonesia. Lesunya perekonomian di negara tujuan utama ekspor khususnya India juga berdampak sangat signifikan pada permintaan minyak sawit," ujar Ketua Umum Gapki Joko Supriyono dalam acara Buka Puasa Bersama Gapki di Jakarta, Rabu (15/5).
Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang tak kunjung usai juga mempengaruhi perdagangan minyak nabati. Pasalnya, stok minyak nabati milik AS yakni kedelai menjadi menumpuk dan membuat harganya jatuh.
Ketika harga minyak keledai jatuh, harga minyak sawit pun ikut terdampak. Dengan demikian, walaupun volume ekspor bertumbuh, nilainya tidak bergerak signifikan.
Baca juga: Perang Dagang akan Rugikan Industri Sawit
Pada bulan ketiga 2019, ekspor CPO dan turunannya dari ke India membukukan penurunan tajam dari bulan sebelumnya yaitu dari 516,53 ribu ton ke 194,41 ribu ton.
"Perlambatan pertumbuhan ekonomi India yang hampir memasuki ambang krisis menyebabkan berkurangnya permintaan minyak sawit India baik dari Indonesia maupun Malaysia," tuturnya.
Penurunan permintaan juga diikuti negara-negara Afrika sebesar 38%, Amerika Serikat 10%, Tiongkok 4% dan Uni Eropa 2%.
Namun, kabar baiknya, total ekspor minyak sawit ke negara-negara di luar yang telah disebutkan mengalami peningkatan 60% dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan permintaan CPO dan produk turunannya dari Indonesia yang cukup signifikan datang dari Asia khususnya Korea Selatan, Jepang dan Malaysia. (A-4)
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
Bencana banjir bandang yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera, bukan hanya karena faktor alam, tapi akibat penebangan hutan.
Samasindo menargetkan tingkat pemanfaatan kapasitas produksi hingga 80% pada 2025, meski perusahaan baru memulai operasi komersial pada awal September.
Polri mengungkap kronologi penindakan dugaan pelanggaran ekspor CPO oleh PT MMS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Presiden Prabowo Subianto mengecam keras korupsi sumber daya alam, menyebutnya sebagai subversi ekonomi.
Harga Referensi CPO meningkat US$43,80 atau 4,81% dari HR CPO periode 1-31 Agustus 2025 yang tercatat sebesar US$910,91/MT.
Sekjen CPOPC yang baru Izzana Salleh merupakan sosok yang memiliki pengalaman pada sektor kebijakan publik, kepemimpinan korporat, hingga advokasi nirlaba global.
Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) secara resmi mengumumkan transisi kepemimpinan eksekutifnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved