Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia sepanjang 2018 hanya berhasil tumbuh 5,17%. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan dalam APBN 2018 yang sebesar 5,4%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan sepanjang 2018, ekspor barang Indonesia tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya. Sementara sebaliknya impor justru naik.
"Nilai ekspor barang Indonesia kurang menggembirakan, terjadi penurunan 4,48% quarter to quarter dan 1,04% year on year. Impor lebih besar dari pada ekspor bahwa selama Oktober, November, Desember kita alami defisit neraca perdagangan," katanya di kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2).
Nilai ekspor barang Indonesia turun 1,04% (yoy) sedangkan impor barang tercatat naik 12,10% (yoy). Hal ini tentu menjadi pengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia menyusul adanya koreksi pada neraca perdagangan.
Penjualan mobil secara wholesale (hingga tingkat dealer) pada triwulan IV turun 2,75% (qtq). Sementara penjualan motor turun 3,41% (qtq) pada kuartal IV 2018.
"Ini pekerjaan rumah besar komponen ekspor dan impor," kata Suhariyanto.
Pemicu lainnya, menurut Suhariyanto, harga komoditas nonmigas di pasar internasional yang juga mengalami penurunan baik antar triwulan (q-to-q) maupun secara (yoy). Harga komoditas migas juga turun bila dibandingkan kuartal III 2018 (q-to-q) , namun naik bila dibandingkan kuartal IV 2017 (yoy).
Baca juga: Menko Darmin, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018 Sesuai Perkiraan
Dia mengambil contoh penurunan yang terjadi pada komoditas pangan, yang turun dari kuartal IV 2018 ke kuartal III 2018 antara lain adalah minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan ikan.
"Sementara yang mengalami penurunan dari kuartal IV 2017 ke kuartal IV 2018 antar lain minyak kelapa, teh, kedelai dan jagung, sementara komoidtas tambang aluminium, nikel," terangnya.
Adapun ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia terpantau masih tumbuh positif, meski cenderung melambat.
Suharyanto melanjutkan, ekonomi negara-negara yang menjadi mitra Indonesia juga mengalami perlambatan. Ia mengambil contoh Tiongkok, dimana ekspor ke Tiongkok mencapai 14,5%, ekonominya mengalami perlambatan menjadi 6,4% di kuartal IV 2018 lebih rendah dari 6,7% di kuartal IV 2017.
Perlambatan ekonomi ini pun dialami oleh Amerika Serikat dan Singapura.
"Ekonomi Tiongkok misalnya melambat 0,1% pada kuartal IV 2018. Sedangkan Amerika Serikat (AS) diperkirakan stagnan pada posisi 3% (kuartal IV)," tukas Suhariyanto. (OL-3)
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved