Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTASI paling besar dan berharga yang mestinya dilakukan negara ialah investasi membangun sumber daya manusia. Bangunannya memang tak kasatmata, seperti halnya infrastruktur, tetapi sejatinya investasi SDM ialah fondasi paling kukuh dari semua pembangunan fisik itu. SDM yang berkualitas juga menjadi prasyarat untuk membawa bangsa ini menyongsong kemajuan.
Namun, bukan hal mudah membangun manusia. Bahkan dalam penyiapan SDM itu, Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar bernama stunting dan gizi buruk. Stunting ialah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi anak terlalu pendek untuk usianya. Bahkan, ini yang mesti lebih diwaspadai, pengaruhnya juga kepada kemampuan otak.
Memang ada progres positif yang ditunjukkan dengan turunnya jumlah kasus stunting dari tahun ke tahun. Data terbaru memperlihatkan angkanya berkurang dari 27,7% pada 2019 menjadi 24,4% pada 2021. Namun, itu berarti satu dari empat anak balita di Indonesia masih mengalami stunting. Pun Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan prevalensi stunting balita tertinggi di dunia.
Jelas ini sebuah persoalan besar dan serius. Karena itu, penanggulangannya pun mesti serius, baik dari sisi regulasi, strategi penanganan, intervensi, hingga eksekusi, maupun dari sisi anggaran. Jika memandang penanganan stunting sebagai investasi SDM masa depan, seharusnya pemerintah tak perlu ragu mengucurkan dana besar.
Apalagi pemerintah punya target menurunkan prevalensi stunting hingga angka 14% pada 2024. Boleh jadi itu hanya akan menjadi mimpi yang tak pernah terealisasi kalau tidak ada upaya luar biasa demi memutus rantai persoalan yang menyebabkan stunting dan gizi buruk terus bertahan di Tanah Air.
Stunting sesungguhnya tidak berdiri sendiri. Ia multidimensi. Betul ada faktor penyebab internal yang berhubungan langsung dengan kondisi tumbuh anak, seperti pola asuh, pola pemberian ASI, imunisasi, dan faktor penyakit infeksi atau genetik. Namun, akar persoalan stunting terkait amat erat dengan isu mendasar lain seperti kemiskinan, tingkat pendidikan, dan pendapatan keluarga.
Karena itu, masalah stunting mesti ditanggulangi dengan pendekatan secara menyeluruh dengan cakupan daya jelajah yang lebih luas. Tidak cukup hanya diselesaikan pada sektor kesehatan, misalnya, karena sesungguhnya kita juga mesti menyelesaikan persoalan di aspek sosial dan ekonomi.
Presiden Joko Widodo saat berada di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Soe, Nusa Tenggara Timur, kemarin, juga mengingatkan lagi tentang perlunya negara membenahi problem stunting ini dengan cara holistik. Dia menegaskan pemerintah, termasuk pemerintah daerah dan kepala daerah untuk tetap mengintervensi gizi anak melalui pemberian makanan tambahan dan lain-lain.
Namun, di sisi lain, Presiden juga menyadari pemerintah mesti intervensi dari sisi ekonomi. Setidaknya tiga isu yang ia sebut perlu diintervensi setelah melihat kondisi di Nusa Tenggara Timur, yakni pembenahan rumah yang tidak layak huni, penyediaan akses air bersih dan peningkatan pendidikan.
Meski demikian, political will dan kesadaran presiden saja tidak cukup bila tidak dapat diterjemahkan melalui kebijakan-kebijakan yang cepat dan tepat. Kita punya Strategi Nasional untuk Percepatan Pencegahan Stunting yang mesti dimaksimalkan lagi gerak dan lajunya demi membangun SDM Indonesia berkualitas.
Stunting ialah persoalan yang sudah menahun, tak elok kiranya kalau kita masih berlambat-lambat. Tidak malukah bangsa ini punya deretan jalan dan gedung tinggi menjulang di perkotaan, sedangkan di bagian Nusantara yang lain masih terdapat anak-anak dengan badan pendek karena gizi buruk?
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved