Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Menekan Stunting Membangun Manusia

25/3/2022 05:00
Menekan Stunting Membangun Manusia
(MI/Seno)

 

INVESTASI paling besar dan berharga yang mestinya dilakukan negara ialah investasi membangun sumber daya manusia. Bangunannya memang tak kasatmata, seperti halnya infrastruktur, tetapi sejatinya investasi SDM ialah fondasi paling kukuh dari semua pembangunan fisik itu. SDM yang berkualitas juga menjadi prasyarat untuk membawa bangsa ini menyongsong kemajuan.

Namun, bukan hal mudah membangun manusia. Bahkan dalam penyiapan SDM itu, Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar bernama stunting dan gizi buruk. Stunting ialah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi anak terlalu pendek untuk usianya. Bahkan, ini yang mesti lebih diwaspadai, pengaruhnya juga kepada kemampuan otak.

Memang ada progres positif yang ditunjukkan dengan turunnya jumlah kasus stunting dari tahun ke tahun. Data terbaru memperlihatkan angkanya berkurang dari 27,7% pada 2019 menjadi 24,4% pada 2021. Namun, itu berarti satu dari empat anak balita di Indonesia masih mengalami stunting. Pun Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan prevalensi stunting balita tertinggi di dunia.

Jelas ini sebuah persoalan besar dan serius. Karena itu, penanggulangannya pun mesti serius, baik dari sisi regulasi, strategi penanganan, intervensi, hingga eksekusi, maupun dari sisi anggaran. Jika memandang penanganan stunting sebagai investasi SDM masa depan, seharusnya pemerintah tak perlu ragu mengucurkan dana besar.

Apalagi pemerintah punya target menurunkan prevalensi stunting hingga angka 14% pada 2024. Boleh jadi itu hanya akan menjadi mimpi yang tak pernah terealisasi kalau tidak ada upaya luar biasa demi memutus rantai persoalan yang menyebabkan stunting dan gizi buruk terus bertahan di Tanah Air.

Stunting sesungguhnya tidak berdiri sendiri. Ia multidimensi. Betul ada faktor penyebab internal yang berhubungan langsung dengan kondisi tumbuh anak, seperti pola asuh, pola pemberian ASI, imunisasi, dan faktor penyakit infeksi atau genetik. Namun, akar persoalan stunting terkait amat erat dengan isu mendasar lain seperti kemiskinan, tingkat pendidikan, dan pendapatan keluarga.

Karena itu, masalah stunting mesti ditanggulangi dengan pendekatan secara menyeluruh dengan cakupan daya jelajah yang lebih luas. Tidak cukup hanya diselesaikan pada sektor kesehatan, misalnya, karena sesungguhnya kita juga mesti menyelesaikan persoalan di aspek sosial dan ekonomi.

Presiden Joko Widodo saat berada di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Soe, Nusa Tenggara Timur, kemarin, juga mengingatkan lagi tentang perlunya negara membenahi problem stunting ini dengan cara holistik. Dia menegaskan pemerintah, termasuk pemerintah daerah dan kepala daerah untuk tetap mengintervensi gizi anak melalui pemberian makanan tambahan dan lain-lain.

Namun, di sisi lain, Presiden juga menyadari pemerintah mesti intervensi dari sisi ekonomi. Setidaknya tiga isu yang ia sebut perlu diintervensi setelah melihat kondisi di Nusa Tenggara Timur, yakni pembenahan rumah yang tidak layak huni, penyediaan akses air bersih dan peningkatan pendidikan.

Meski demikian, political will dan kesadaran presiden saja tidak cukup bila tidak dapat diterjemahkan melalui kebijakan-kebijakan yang cepat dan tepat. Kita punya Strategi Nasional untuk Percepatan Pencegahan Stunting yang mesti dimaksimalkan lagi gerak dan lajunya demi membangun SDM Indonesia berkualitas.

Stunting ialah persoalan yang sudah menahun, tak elok kiranya kalau kita masih berlambat-lambat. Tidak malukah bangsa ini punya deretan jalan dan gedung tinggi menjulang di perkotaan, sedangkan di bagian Nusantara yang lain masih terdapat anak-anak dengan badan pendek karena gizi buruk?



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.