Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekitar 6.198 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari berbagai instansi pemerintahan mengikuti acara Presidential Lecture bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istora Senayan Jakarta, Rabu (24/7). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menggelar Presidential Lecture II setelah sebelumnya di 2018, dengan tema ‘Sinergi untuk Melayani’ di Istora Senayan, Jakarta (24/07).
Pada kegiatan Presidential Lecture II, Kementerian PAN-RB memberikan beberapa penghargaan bagi CPNS. Salah satunya diberikan kepada CPNS Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yakni Siti Riza Azmiyati, Penyuluh Keluarga Berencana, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah.
Siti Riza Azmiyati mendapatkan penghargaan sebagai CPNS dengan nilai tertinggi SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) nasional dengan nilai 444. Perempuan kelahiran Tegal, 22 Januari 1991 tersebut adalah sarjana strata 1 lulusan Universitas Negeri Semarang tahun 2014 yang mendaftar seleksi CPNS BKKBN melalui formasi umum. Ia juga merupakan wisudawan terbaik jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang tahun 2014.
”Dari awal saya memang berniat utk menjadi PNS, karena saya melihat PNS adalah jalan hidup yang mulia, mengabdikan dan mendedikasikan diri bagi masyarakat, dan saya ingin jadi bagian dari orang-orang hebat tersebut,” ungkap Riza saat dihubungi Humas BKKBN Kamis, (25/07).
“Jauh-jauh hari sebelum proses seleksi, saya mempelajari tes SKD, baik dari buku maupun internet. Saya membiasakan diri dengan tipe-tipe soal SKD, seperti TIU (Tes Intelegensi Umum) yg biasanya mempunyai pola-pola soal tertentu dan menguji logika serta analisis," kata Siti Riza.
"Dan juga TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) yg diharuskan memahami tentang sejarah bangsa, falsafah bangsa, Pancasila dan UUD 1945, dan sistem kepemerintahan, serta TKP (Tes Karakteristik Pribadi) yg menguji apakah karakter kita sesuai dengan karakter seorang PNS yang berjiwa melayani,” tambah Siti Riza yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Siti Riza yang juga seorang PNS yang bertugas di RSUD Slawi, Tegal, menyampaikan, “Saya memilih penyuluh KB karena saya senang bertemu orang baru, lebih senang lagi jika bisa membantu mereka, saya bahagia bila bisa sharing dengan rekan, mendengarkan masalah-masalah mereka,"
"Saya juga berdiskusi solusi-solusi yang kira-kira bisa mereka pilih, dan apabila mereka telah memutuskan dan merasa pilihannya tepat, saya juga merasa lega karena bisa membantu. Itu yang saya lihat di posisi penyuluh KB..” Tegas Riza yang selama kuliah di Universitas Negeri Semarang (UNNES) aktif di organisasi KSR (Korps Sukarela) PMI UNNES.
“Menurut saya menjadi Penyuluh merupakan pekerjaan mulia dan mengasyikan, mengasyikan karena bisa langsung bertemu masyarakat, mengetahui sisi berbeda dari suatu perilaku masyarakat yang mungkin perlu diperbaiki, dan bersama dengan masyarakat," papar Siti Riza.
"Kami juga memperbaiki hal tersebut dengan pendekatan-pendekatan personal maupun komunitas, mulia karena bisa terjun langsung menemui masyarakat, memberi edukasi tentang kesehatan dan mendorong masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidupnya.” tambah Siti Riza yang sebelumnya pernah bekerja hingga tahun 2017 di sebuah klinik vaksinasi di Jakarta Pusat.
Penyuluh KB adalah ujung tombak Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di lini lapangan. Saat ini diseluruh Indonesia jumlahnya hanya 14.169 orang, jumlah ini masih kurang ideal karena seharusnya seorang Penyuluh KB maksimal membawahi 2 Desa.
Tantangan Program KKBPK saat ini masih tinggi. Meskipun angka Total Fertility Rate (TFR) sudah mengalami penurunan dari 2,6 menjadi 2,4 pada tahun 2017 setelah mengalami stagnansi selama 10 tahun terakhir, namun tantangan-tantangan lainnya seperti capaian pemakaian kontrasepsi modern, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pada akhir tahun 2019 nanti.
Selanjutnya tantangan-tantangan para Penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB sebagai sumber informasi dan edukasi untuk Pasangan Usia Subur (PUS), keluarga dan masyarakat tentang Program KKBPK juga masih tinggi, seperti tingkat pengetahuan dan pemahaman PUS tentang jenis metode kontrasepsi modern, Pemahaman dan kesadaran tentang fungsi keluarga, remaja yang mengakses Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan seterusnya juga perlu didorong agar tercapai sesuai target. (OL-09)
CPNS di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN mengikuti Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
ANGGOTA Ombudsman Robert Na Endi Jaweng meminta laporan masalah dalam seleksi CPNS dapat ditangani oleh inspektorat atau pengawas internal instansi terkait.
KETUA Ombudsman Mohammad Najih mengungkapkan pihaknya menerima laporan terkait sederet masalah dalam seleksi CPNS 2024-2025.
Ketentuan pas foto CPNS 2025: ukuran, latar, pakaian, dan tips agar foto Anda sesuai standar. Pelajari cara membuat pas foto CPNS yang benar!
Peruri dipercaya sebagai pelaksana GovTech Indonesia karena rekam jejaknya dalam digital security dan pengelolaan layanan elektronik yang aman dan andal.
Kehadiran UU No 20 Tahun 2023 sebagai UU ASN baru mencabut UU ASN lama, yaitu No 5 Tahun 2014.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved