Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu peserta Model United Nations (MUN), Felicia Audya Stanza, menyebut mengikuti kegiatan MUN menjadi ajangnya untuk menyalurkan bakat dan minatnya dalam berdebat sekaligus mengasah skill dalam berkomunikasi. Siswi SMAN 2 Tangerang Selatan itu mengakui dirinya kerap menjadi perwakilan sekolahnya untuk mengikuti perlombaan debat.
Meski secara konsep lomba debat dengan MUN cukup berbeda, Feli, sapaan akrab Felicia, menyebut kedua kegiatan itu tidak berbeda jauh. Para peserta diminta meluapkan ide-ide dalam pikiran.
“Aku kebetulan di sekolah 'anak debat'. Maksudnya, tuh, suka ikut kegiatan debat atau lomba debat. Nah, aku ikut kegiatan ini sebagai ajang menyalurkan kegemaran aku itu, sekaligus mengasah skill komunikasi aku,” sebutnya.
Pada kegiatan MUN kali ini, Feli masuk pada kategori simulasi konferensi United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Ia ditunjuk sebagai perwakilan dari Malaysia dan diminta mengungkapkan pandangannya terkait dengan penanggulangan HIV/AIDS melalui pencegahan narkoba. Tentunya, itu disampaikan dengan tidak mengesampingkan perspektif kebijakan dan peraturan di Malaysia.
Sama seperti Arfah, ini juga bukan kali pertama Feli mengikuti kegiatan MUN. Ia pun mengatakan selama mengikuti kegiatan MUN banyak peningkatan skill yang dia rasakan, termasuk skill berkomunikasi, skill berpikir kritis, hingga skill bernegosiasi.
“Lewat kegiatan ini aku juga belajar negosiasi, terus kayak belajar mendengarkan argumen orang dan merespons argumen orang. Ini, kan, hal-hal yang sebenarnya perlu sebagai makhluk sosial, tapi experience-nya enggak kita dapat di sekolah,” terang Feli.
Sama seperti Feli, Keiko Kanaya dari SMAK 1 Penabur menyebut mengikuti kegiatan MUN dilakukan untuk mengasah skill berkomunikasi sekaligus menyalurkan bakat dan minatnya dalam berdebat. Bagi Keiko, bersuara serta mendengarkan pandangan orang lain terkait dengan isu-isu terkini baik isu internasional maupun nasional merupakan hal yang menyenangkan.
“Aku ikut MUN karena di sekolah suka ikut kegiatan atau lomba-lomba debat dan tertarik banget sama debat. Karena di sekolah mungkin tidak ada atau jarang saluran untuk berdebat terkait dengan isu-isu aktual di internasional, aku ikut MUN. Selain itu, aku juga suka melakukan riset dan ngikutin isu permasalahan sosial dan lingkungan. Jadi, karena itu, aku ikut MUN,” terang Keiko.
Ia juga mengatakan banyak skill yang terasah selama mengikuti kegiatan itu, termasuk skill berkomunikasi hingga melatih kepercayaan diri berbicara di hadapan publik. Selain dua skill itu, ia mengaku lewat kegiatan MUN ia bisa belajar bagaimana cara mengutarakan pikiran dengan baik dan benar ke dalam tulisannya.
“Kalau aku yang paling improve adalah bagaimana cara saya menulis, misalnya bagaimana menulis esai atau menulis pidato. Setelah beberapa kali ikut MUN, aku melihat sekarang aku lebih gampang menulis sesuatu. Jadi lebih gampang buat risetnya dan mengungkapkan isi kepala ke kata-kata,” terangnya.
Saat disinggung terkait dengan dukungan orangtua menyoal kegiatan yang mereka lakukan, ketiganya secara kompak mengakui orangtua masing-masing sangat mendukung mereka dalam aktivitas tersebut. Feli mengatakan kedua orangtuanya melihat MUN merupakan kegiatan positif sehingga tidak ada larangan dari mereka. “Mereka (orangtua) support banget, apalagi ini kegiatan positif,” ungkapnya. (Rif/M-4)
Jika sejak muda menjaga pola hidup sehat, metabolisme dan jaringan dalam tubuh masih akan terjaga baik sampai usia tua.
Faktor risiko penyakit jantung pada populasi dewasa muda sama dengan mereka yang berusia lebih tua, yaitu obesitas, merokok, diabetes atau kadar gula darah tinggi,
Pikun sering terjadi saat bertambahnya usia, kondisi ini ditandai dengan mengalami kehilangan daya ingat terhadap peristiwa yang terjadi.
Mereka hadir dalam simulasi konferensi bukan sebagai diri sendiri, melainkan wakil negara dan lembaga.
Melalui proyek eco enzyme, Green Rangers ingin mengingatkan bahwa ada limbah yang bisa diolah untuk menjadi lebih bermanfaat bagi lingkungan dan perekonomian.
Ada dua skema untuk program magang luar negeri yakni skema awal akan dibiayai pemerintah, dan skema selanjutnya bakal dikerjasamakan dengan perusahaan yang ingin merekrut peserta magang.
BERBAGAI umbi lokal Indonesia seperti gembili, uwi, talas, ubi jalar, kentang, dan sukun dapat menjadi pangan pengganti nasi yang kaya serat, vitamin, dan mineral.
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
FAKULTAS Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) bersama PT Natura Nuswantara Nirmala menorehkan prestasi pada ajang internasional Indonesia Inventors Day 2025.
Penanganan perkara koneksitas di dalam Pasal 42 UU No 30 Tahun 2002 tidaklah cukup meski telah dilakukan perubahan rumusan norma MK.
Korban merupakan dua karyawan Universitas Pancasila, berinisal RZ dan DF. Kasusnya telah bergulir 19 bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved