Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Susul Program Magang Nasional, Pemerintah Tengah Siapkan Kirim Lulusan Sarjana ke Luar Negeri

Rahmatul Fajri
02/12/2025 21:38
Susul Program Magang Nasional, Pemerintah Tengah Siapkan Kirim Lulusan Sarjana ke Luar Negeri
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH tengah mempersiapkan program magang luar negeri bagi 500 ribu lulusan sarjana di Indonesia. Ke-500 ribu lulusan itu akan ditempatkan yakni masing-masing 100 ribu untuk magang bidang welding (pengelasan) dan 400 ribu untuk magang di bidang hospitality.

"Program ini melengkapi program magang nasional yang sudah berjalan saat ini dengan target 100 ribu peserta pada tahun ini," ungkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat menghadiri Dies Natalis ke-59 dan Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024–2025 Universitas Pancasila (UP), di JICC, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Afriansyah menerangkan ada dua skema untuk program magang luar negeri yakni skema awal akan dibiayai pemerintah, dan skema selanjutnya bakal dikerjasamakan dengan perusahaan yang ingin merekrut peserta magang. "Sudah ada 20 negara yang tertarik menjalin kerja sama dalam program ini antara lain negara-negara di Eropa, Korea, Jepang, Hongkong, dan Arab Saudi. Tinggal, nanti peserta magang siapkan skill bahasa asing sesuai negara dituju, dan waktu magangnya sekitar 1 tahun," paparnya.

BONUS DEMOGRAFI

Pada wisuda kali ini, UP meluluskan 1.465 wisudawan jenjang diploma, sarjana, magister, doktor, hingga program profesi apoteker. Wisuda tersebut diisi orasi ilmiah Wamenaker Afriansyah Noor dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Prof Reda Manthovani.

Rektor UP Prof Adnan Hamid menyampaikan dengan tema Generasi Muda Berintegritas, Profesional, dan Berjiwa Pancasila Menuju Indonesia Emas, pihaknya berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan nilai moral yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

"Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari pengabdian lebih luas bagi bangsa. Di tengah perubahan zaman yang cepat dan penuh ketidakpastian, para lulusan harus terus memperkuat integritas, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja global," terangnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina UP Siswono Yudo Husodo menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi era bonus demografi yang akan memasuki puncaknya.

Ia menyampaikan Indonesia, dengan jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar, perlu menyiapkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan memiliki keterampilan tinggi, tetapi juga berlandaskan moral, etika, dan integritas.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar dengan kekayaan alam yang melimpah serta proyeksi menjadi negara dengan perekonomian peringkat ke-8 dunia pada 2040.

Namun demikian, berbagai tantangan seperti korupsi, krisis moral, dan kebutuhan untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah tinggi harus menjadi perhatian serius.

Untuk itu, ia mendorong lulusan terus belajar sepanjang hayat (learn by doing), berani memulai usaha sendiri dan siap menghadapi persaingan global (the borderless world) dengan semangat pantang menyerah demi mewujudkan Indonesia maju, mandiri, dan sejahtera.

Dengan bertambahnya 1.465 lulusan tahun ini, UP kini memiliki lebih dari 78.480 alumni yang berkiprah di berbagai sektor strategis seperti pemerintahan, industri, politik, ekonomi, hukum, dan sosial.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik