Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Diversifikasi Umbi Porang Menjadi Pangan Olahan Bergizi

Wisnu Arto Subari
07/11/2025 17:00
Diversifikasi Umbi Porang Menjadi Pangan Olahan Bergizi
(MI/HO)

BERBAGAI umbi lokal Indonesia seperti gembili, uwi, talas, ubi jalar, kentang, dan sukun dapat menjadi pangan pengganti nasi yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Keanekaragaman sumber karbohidrat ini dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Setiap jenis umbi memiliki keunggulan gizi masing-masing. Gembili dan uwi kaya pati kompleks dan prebiotik alami yang baik untuk pencernaan," papar apt. Gumilar Adhi Nugroho, S.Farm., M.Si (Herb) dari Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) saat menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SDIT Lentera Insan CDEC, Depok, Kamis (6/11).

Gumilar melanjutkan talas memiliki tekstur lembut dan mudah dicerna, sehingga cocok untuk anak-anak dan lansia. Kentang dan sukun mengandung vitamin C, B kompleks, serat pangan, dan antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh.

Terkait teknologi pengolahan porang, imbuh apt. Safira Nafisa, M.Si., ini dimulai dari tahap pembersihan, pemotongan, pengeringan, hingga penggilingan menjadi tepung porang (glucomannan). "Porang dikenal sebagai tanaman ajaib Indonesia karena kandungan glucomannan tinggi, serat larut air yang bebas gluten, rendah kalori, baik untuk pencernaan, dan membantu mengontrol kadar gula darah."

Peserta diajak memahami bahwa melalui penerapan teknologi sederhana hingga modern, porang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti beras porang, mi porang, hingga boba sehat berbasis glucomannan. Kegiatan ini dikemas menarik dengan gim edukatif, video interaktif, dan demonstrasi langsung proses pembuatan tepung porang. 

Ketua Panitia PKM Dr. apt. Rahmatul Qodriah, M.Farm menginisiasi kegiatan itu bertujuan memperkenalkan berbagai sumber pangan lokal alternatif pengganti nasi dan potensi umbi porang (Amorphophallus muelleri) serta mengajak siswa sekolah dasar bereksperimen untuk mengidentifikasi makanan yang mengandung karbohidrat.

Melalui pendekatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), siswa diajak mengenal potensi pangan lokal Indonesia, mengembangkan kreativitas dalam inovasi pangan, menumbuhkan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, memahami pentingnya gaya hidup sehat dan gizi seimbang. Kegiatan PKM ini juga berkontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Pancasila, di antaranya mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus dan dosen berperan aktif dalam transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Direktur Lentera Insan CDEC yang juga alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila, Zia Aidil Adha, berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh kolaborasi pendidikan tinggi dengan sekolah dasar dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara nyata, kreatif, dan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya lokal. (I-2) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik