Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah-tengah Sungai Mississippi yang airnya mulai menyusut, sebuah tongkang tengah bekerja mengeruk sedimen di sungai itu. Awak kapal itu telah bekerja selama berbulan-bulan untuk memperdalam saluran agar kapal dan tongkang dapat melewatinya.
“Kami telah bekerja hampir tanpa henti sejak musim gugur yang lalu, mulai dari New Orleans hingga St. Louis di Missouri, “ kata kapten kapal Adrian Pirani, yang berdiri di anjungan.
Untuk tahun kedua berturut-turut, permukaan air di sungai terbesar di Amerika Utara ini telah turun ke rekor terendah di tengah kekeringan yang berkepanjangan. Penduduk setempat mengatakan mereka belum pernah melihat pemandangan seburuk ini.
Dari Great Lakes di utara hingga Louisiana di selatan, Sungai Mississippi adalah bayangan kemegahan dari masa lalu. Air asin kini masuk dari Teluk Meksiko, dan para petani yang bergantung pada sungai untuk mengirimkan produk mereka, menjadi frustrasi karena sungai itu tidak lagi dapat dilayari kapal.
Pihak berwenang melakukan apa yang mereka bisa untuk memastikan sungai tetap dapat dilayari, dan di sinilah Hurley, kapal yang dioperasikan oleh Korps Insinyur Angkatan Darat AS, berperan penting.
Kapal keruk tersebut saat ini sedang menggali di tempat yang sama dekat Memphis, Tennessee untuk ketiga kalinya. Kapal keruk itu mengikis dan menyedot lumpur dari dasar sungai dan memindahkannya ke tepian.
Pirani mengatakan dia bekerja berjam-jam untuk memastikan jalur pelayaran tidak terhenti. "Saya berasal dari keluarga petani di seberang sungai ini. Jadi ini merupakan hal yang bersifat pribadi bagi saya. Saya akan melakukan semua yang saya bisa lakukan untuk menjaga sungai tetap mengalir," katanya kepada AFP.
Bagi para petani di wilayah Midwest AS yang luas, Sungai Mississippi adalah bagian tak terpisahkan dari jaringan transportasi mereka.
Namun kekeringan telah menyebabkan sungai menjadi lebih sempit dan dangkal, sehingga membatasi kemampuan pelayaran.
Awal musim gugur merupakan saat para petani bekerja keras memanen kedelai dan jagung. Dengan terbatasnya pengiriman melalui sungai, mereka kesulitan menghadapi penumpukan stok dalam jumlah besar.
Di sungai di Osceola, Arkansas, Jeff Worsham yang mengelola pelabuhan mengeluh karena dua dari tiga dermaganya tidak dapat digunakan karena air surut.
Untuk memastikan pengoperasian ketiga dermaga tersebut tahun depan, Worsham mengatakan, "Kami telah membuat rencana untuk melakukan pengerukan tahun depan."
Cuaca ekstrem
“Kekhawatiran utama adalah krisis air akan menjadi hal biasa yang baru. Kekeringan yang dimulai tahun lalu di daerah aliran sungai Mississippi yang luas (mencakup 40% wilayah benua Amerika) masih berlanjut hingga tahun ini, dan keadaannya menjadi lebih buruk,” kata Anna Wolverton, spesialis Layanan Cuaca Nasional, kepada AFP.
“Tidak normal bagi kita untuk melihat hal ini terjadi dalam beberapa tahun terakhir.”
Aliran sungai menjadi sangat lemah sehingga di Louisiana selatan, air asin dari Teluk Meksiko telah merambah, mencemari air minum di beberapa kota dan memaksa penduduknya bergantung pada air kemasan.
“Di sekitar Memphis, alat pengukur yang memantau kedalaman Mississippi dibiarkan tinggi dan kering karena surutnya air,” jelas Sarah Girdner, ahli hidrologi di Korps Insinyur Angkatan Darat.
“Selama 10 hingga 15 tahun terakhir, kita telah melihat cuaca ekstrem di kedua spektrum tersebut,” katanya kepada AFP di atas kapal Hurley. “Kita telah melihat lebih banyak banjir dan kekeringan bersejarah.”
Ketika ditanya apa yang menjelaskan kondisi tersebut, dia berkata: "Kami tidak selalu menggunakan istilah perubahan iklim karena ada hubungan sebab akibat, namun kami tahu bahwa pola cuaca sedang berubah," ujarnya pasrah. (M-3)
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Sebaliknya, kutub Jupiter dipenuhi satu badai utama yang dikelilingi sejumlah pusaran badai lebih kecil, membentuk pola geometris yang rapi.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved