Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Gemericik air mengalir melalui ngarai yang dipenuhi bebatuan abu-abu yang terpencil ke dalam sebuah danau biru. Pemandangan yang baru terungkap dalam beberapa dekade terakhir ini terjadi karena gletser di Prancis sejauh ini telah menyusut. Untuk diketahui, gletser adalah sebuah bongkahan atau endapan es yang besar dan tebal yang terbentuk di atas permukaan tanah.
Para ahli dari proyek penelitian Ice and Life menyatakan bahwa tugas mereka kini bukan lagi mencoba melindungi gletser. Pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia telah menyebabkan berkurangnya hujan salju di musim dingin dan gelombang panas di musim panas, yang berdampak buruk dan sebagian besar tidak dapat dicegah lagi pengaruhnya terhadap gletser.
"Kita (manusia) telah mencairkan gletser. Kita belum berhasil melestarikannya. Tapi mungkin kita punya kesempatan kedua," kata Jean-Baptiste Bosson, ahli glasiologi dan koordinator Ice and Life, kepada AFP.
“Sekarang tinggal bagaimana kita melestarikan alam yang muncul setelah kejadian ini. Bisakah kita menciptakan tempat perlindungan bagi kehidupan baru ini?,” imbuhnya.
Pada ketinggian sekitar 2.000 meter (6.600 kaki), meleehnya gletser telah membuka jalan bagi munculnya sebuah danau dan kolam-kolam kecil yang dikelilingi oleh aliran sungai liar. Bunga-bunga kecil berwarna-warni perlahan-lahan juga tumbuh di tepi danau.
Bagi Bosson dan timnya, bentang alam ini dapat memainkan peran besar dalam mitigasi perubahan iklim, baik dengan menyaring air, menyimpan karbon, atau meningkatkan keanekaragaman hayati.
Namun, tim tersebut mengatakan bahwa lanskap pasca-glasial sebagian besar tidak terlindungi dan akan segera menjadi mangsa kepentingan komersial, seperti perusahaan dan resor wisata yang ingin mengeksploitasi cadangan mineral atau air yang tersedia.
Alam yang menentukan
Sejak berakhirnya Zaman Es Kecil, periode yang sangat dingin di Eropa dan Amerika Utara dari abad ke-14 hingga tahun 1850-an, sebuah area yang berukuran empat kali lipat di Paris muncul dari bawah es di Pegunungan Alpen Prancis.
Fenomena semacam ini bersifat global. Bumi adalah habitat bagi sekitar 210.000 gletser dan para ahli memperkirakan wilayah bebas es seluas Nepal atau Finlandia akan muncul pada tahun 2100.
Salah satu keunikan ekosistem ini adalah bahwa mereka sama sekali tidak tersentuh oleh pembangunan manusia. “Di sini, alamlah yang memutuskan, dan mengambil keputusan yang terbaik,” kata Bosson.
Rekannya, ahli geografi Kenzo Heas, menjelaskan bahwa tanaman yang muncul juga akan mati, membentuk bahan organik dan lahan subur untuk padang rumput atau tegalan. Hutan primer telah juga muncul di bagian bawah gunung.
Bawa ke KTT
Para ahli menyoroti bahwa lahan basah dan danau adalah pilihan terbaik berikutnya bagi gletser untuk menjaga siklus air tetap berfungsi dengan baik.
Namun Bosson khawatir bahwa lanskap baru yang muncul akan membuat perusahaan mineral dan operator tur siap mengeksploitasinya. Bosson mengatakan kawasan seperti itu dapat dilindungi dengan memberinya status khusus, yang mungkin tercantum dalam perjanjian internasional.
“Ada kudeta nyata yang harus dilakukan di sini – biaya ekonomi dan politik yang rendah untuk mendapatkan keuntungan yang besar,” katanya, sambil menunjukkan bahwa sebagian besar lahan yang terkena dampak berada dalam domain publik dan tidak menjadi milik pribadi.
Organisasi Ice and Life bermaksud untuk membawa proposalnya ke KTT One Planet di Prancis bulan depan, yang disebut sebagai KTT internasional pertama mengenai gletser dan kutub.
Mereka juga berharap dapat mencapai kemajuan di tahun-tahun mendatang setelah PBB menetapkan tahun 2025 sebagai "Tahun Internasional untuk Pelestarian Gletser". (AFP/M-3)
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved