Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski bukan penyakit serius, kemunculan biang keringat tentu dapat menghambat aktivitas keseharian Anda karena sensasi gatal yang ditumbulkannya. Biang keringat merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang ditandai dengan ruam merah, bintik-bintik merah kecil, dan terasa gatal.
Biang keringat muncul di kulit tubuh disebabkan oleh cuaca panas. "Biasanya muncul berupa benjolan kecil yang gatal dan sering kali disebabkan oleh cuaca panas dan lembab atau keringat berlebih," kata pakar kulit dan dokter estetika, Dr David Jack.
"Bintik merah kecil dapat terbentuk di area tersebut karena kelenjar keringat tersumbat," lanjutnya.
Berikut beberapa cara mengatasi biang keringat, seperti dilansir dari situs Women's Health.
1. Oleskan sesuatu yang dingin.
Untuk meredakan ruam, National Health Service (NHS) menyarankan Anda mengoleskan sesuatu yang dingin seperti kain lembab atau kompres es selama tidak lebih dari 20 menit.
2. Tingkatkan Asupan Vitamin C
Sebuah studi JAMA menunjukkan bahwa 500mg vitamin C sehari dapat mengurangi gejala biang keringat.
Jadi, cobalah mengonsumsi buah dan sayuran seperti stroberi, kiwi, brokoli, dan paprika saat cuaca panas. Jika Anda khawatir tidak mendapatkan cukup vitamin C, tambahkan suplemen ke dalam makanan harian Anda.
3. Hentikan penggunaan sabun mandi cair yang wangi.
Sabun cair yang wangi akan semakin mengiritasi ruam. Sebagai gantinya, gunakan sabun dengan formula lembut yang bebas pewangi.
"Cuci area yang terkena dengan sabun lembut bebas pewangi. Sabun yang keras atau menggosok secara berlebihan dapat memperburuk kondisi ini," kata Dr Jack.
4. Cobalah pengobatan alami
Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan chamomile dan oatmeal secara topikal (dikenal dengan sifat antihistaminnya) dapat membantu mengurangi peradangan yang berhubungan dengan biang keringat.
Jika Anda membutuhkan sesuatu untuk menenangkan kulit dengan cepat, Anda juga dapat mencoba mengoleskan yogurt ke area yang terkena dan biarkan selama 15 menit.
Kultur hidup dan antihistamin alami yang ditemukan dalam yogurt tawar membantu meningkatkan flora bakteri dan memperkuat fungsi sistem kekebalan Anda.
5. Jaga agar area yang terkena tetap kering
Kelembaban dapat memperburuk biang keringat. "Menyeka keringat dengan lembut menggunakan handuk lembut dan bersih bisa membantu," ucap Dr Jack.
6. Gunakan tabir surya terbaik untuk biang keringat.
Beberapa formula tabir surya dapat menyumbat pori-pori dan memerangkap keringat, yang dapat memperburuk gejala biang keringat.
Hindari formula yang mengandung minyak mineral berat dan silikon – sering ditemukan dalam formula tahan air – karena ini adalah penyebab terburuk.
Krim tabir surya terbaik untuk biang keringat mengandung faktor pelindung alami dan tidak mengandung pewangi sintetis.
7. Hindari menggaruk
Menggaruk sekitar area yang gatal dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi.
"Cobalah untuk tidak menggaruk area yang terkena, atau pertimbangkan untuk menggunakan krim atau losion antigatal yang dijual bebas sesuai petunjuk," ujar Dr Jack.
Apabila tujuh cara tersebut telah dilakukan namun kondisi biang keringat Anda tetap membandel, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda. (M-2)
Pasar perawatan kulit pria menunjukkan pertumbuhan yang semakin konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Peningkatan ini banyak didorong oleh generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, yang semakin memprioritaskan perawatan kulit sebagai bagian dari self-care jangka panjang.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Marshant hadir dengan fokus pada sains, inovasi, serta pengembangan produk secara in-house.
Menurut dr. Donna, perawatan kulit tidak hanya sebatas membuat kulit tampak cerah, tetapi juga harus mampu menjaga keseimbangan alami kulit.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Di balik popularitas tren thrifting atau membeli pakaian bekas demi alasan ekonomi dan gaya hidup berkelanjutan, tersimpan potensi ancaman serius bagi kesehatan.
Air banjir yang tercemar kotoran bisa menyebabkan kulit terinfeksi bakteri atau jamur dan mengalami peradangan.
Banjir tidak hanya menimbulkan masalah pada saat bencana itu terjadi saja. Setelahnya, ada persoalan yang juga harus diwaspadai, yaitu munculnya penyakit-penyakit tertentu.
Gejala seperti kuku kering atau kuning, bintik putih, dan garis hitam mungkin merupakan tanda normal penuaan atau gejala penyakit pernafasan, tiroid, atau kulit dan kanker.
Salah satu penyakit kulit yang sering muncul adalah Miliaria atau biang keringat. Ini terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat yang menyebabkan ruam kecil
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved