Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Bahaya di Balik Baju Bekas: Pakar Sarankan Cuci dengan Air Panas untuk Cegah Penyakit Kulit

Basuki Eka Purnama
12/2/2026 22:42
Bahaya di Balik Baju Bekas: Pakar Sarankan Cuci dengan Air Panas untuk Cegah Penyakit Kulit
Ilustrasi--Pengunjung tengah memilih beragam jenis pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025).(MI/Usman Iskandar)

TREN pembelian pakaian bekas atau thrifting memang menawarkan daya tarik tersendiri, namun masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko kesehatan yang menyertainya. 

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV, mengingatkan pentingnya pembersihan menyeluruh sebelum pakaian tersebut dikenakan guna menekan risiko penularan penyakit kulit.

Dokter yang terhimpun dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) ini menjelaskan bahwa jamur dan parasit dapat bertahan hidup di serat kain dalam waktu lama, terutama jika kondisi lingkungan lembap. 

Meskipun pencucian dengan deterjen biasa membantu, hal itu dianggap belum cukup untuk membasmi kontaminan secara maksimal.

“Mencuci dengan deterjen memang membantu menurunkan risiko, tetapi untuk pakaian bekas hasilnya akan lebih aman bila disertai perlakuan tambahan,” kata Fitria, dikutip Kamis (12/2)

Suhu Tinggi sebagai Kunci

Sebagai langkah proteksi, dokter yang berpraktik di Klinik Utama Promec Pecenongan itu menyarankan penggunaan air panas dengan suhu minimal 60 derajat Celsius saat mencuci. 

Suhu tinggi dinilai jauh lebih efektif untuk melumpuhkan jamur, tungau, hingga kutu yang bersembunyi di serat kain dibandingkan pencucian dengan air suhu rendah.

Selain faktor suhu air, proses pengeringan juga memegang peranan vital. Pakaian sebaiknya dikeringkan menggunakan mesin pengering bersuhu panas atau dijemur langsung di bawah terik matahari. 

Sebagai langkah final, penyetrikaan sangat dianjurkan untuk memastikan mikroorganisme yang mungkin masih tersisa benar-benar mati.

Kombinasi antara kekuatan deterjen dan paparan panas ini sangat disarankan, terutama untuk jenis pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya