Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI buah memang mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh, seperti membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Di sisi lain, ada beberapa orang yang mengalami efek samping seperti sakit perut hingga gejala pencernaan lain usai mengonsumsi buah. Nah, biar tidak salah sangka, ada beberapa hal yang disebut bisa memicu kemunculan efek tersebut, yuk simak lebih dulu.
1. Tidak Bisa Mencerna Fruktosa
Salah satu penyebab sakit perut setelah makan buah adalah karena tubuh kesulitan mencerna fruktosa. Fruktosa adalah salah satu gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan dan beberapa sayuran dan madu, menurut Mayo Clinic.
Ketika sistem pencernaan Anda tidak menyerap fruktosa dengan baik, hal itu dapat menyebabkan sakit perut, diare, dan gas. Apabila Anda mengalami hal tersebut, Anda dapat berkonsultasi ke dokter.
2. Makan terlalu banyak serat
Serat memainkan peran utama dalam kesehatan usus kita. Serat dapat membantu menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung, selain membantu mempertahankan berat badan yang ideal untuk Anda, menurut Mayo Clinic.
Beberapa jenis buah memiliki serat yang cukup tinggi seperti raspberi, pir, apel dengan kulit, pisang, jeruk, stroberi, dan mangga. Akan tetapi, apabila Anda makan terlalu banyak serat – yang dapat terjadi jika Anda makan banyak buah berserat tinggi – dapat menyebabkan gejala seperti perut kembung dan kram.
3. Intoleransi makanan
Alasan lain mengapa Anda mungkin merasa sakit setelah makan buah adalah karena Anda memiliki intoleransi makanan. Orang dengan intoleransi terhadap makanan kesulitan mencerna kandungan bahan tertentu. Tanda-tanda intoleransi makanan seperti diare, kembung, sakit kepala, mual, sakit perut, dan lainnya. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memiliki intoleransi terhadap gula dalam buah, seperti fruktosa.
4. Alergi makanan
Meskipun jarang, kemungkinan alasan lain mengapa Anda merasa mual setelah makan buah adalah karena Anda memiliki alergi. Reaksi alergi terhadap makanan dapat menyebabkan gejala seperti mulut gatal atau geli, gatal-gatal, eksim, pembengkakan pada bibir, wajah, lidah, tenggorokan atau bagian tubuh lainnya, sakit perut, diare, mual atau muntah, pusing, hingga pingsan.
Penting untuk diperhatikan bahwa alergi makanan tidak sama dengan intoleransi atau sensitivitas makanan. Intoleransi makanan cenderung menyebabkan masalah pencernaan, sedangkan reaksi alergi seringkali memiliki gejala yang berhubungan dengan pernapasan atau kulit.
5. Refluks asam
Apabila Anda memiliki kondisi refluks asam, buah-buahan tertentu dan makanan lain dapat menyebabkan gejala yang memberatkan. Refluks asam lambung merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Penderita refluks asam kronis, disebut juga gastroesophageal reflux disease (gerd), dapat mengalami gejala berikut, terutama setelah mengonsumsi makanan asam, pedas, atau gorengan seperti maag, batuk, nyeri dada, kesulitan menelan, muntah, sakit tenggorokan, dan lainnya.(livestrong.com/M-4)
Ahli nutrisi menyarankan konsumsi serat cukup, diet seimbang, pengaturan waktu makan, pengelolaan stres, dan asam lemak omega-3
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
Tren fibermaxxing atau konsumsi serat berlebihan picu masalah pencernaan dan defisit nutrisi. Simak takaran serat harian ideal menurut ahli gizi di sini.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis peringatkan bahaya kurang serat saat puasa yang bisa menyebabkan masalah pencernaan mulai dari sembelit, hemoroid, hingga gangguan mikrobiota usus dan mental.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Yang paling sering terjadi saat asupan serat kurang itu sembelit. Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup.
Buah rendah kalium yang direkomendasikan untuk pasien penyakit ginjal kronis adalah apel, blueberry, raspberry, anggur, persik, nanas, pir, dan cranberry.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi residu pestisida yang mungkin saja masih ada di lapisan buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved