Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Ada pemandangan yang tidak biasa di kampus Universitas Indonesia, pada Sabtu (3/6), Sekitar 100-an orang mengenakan berbagai busana tradisional melakukan kirab budaya dan ritual sedekah hutan. Mereka bukan hanya berasal dari kalangan mahasiswa dan alumni, tetapi juga masyarakat sekitar kampus dan berbagai komunitas, termasuk Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, Jawa Barat dan perwakilan dari delegasi aksi iklim Uni Eropa untuk Indonesia.
Acara arak-arakan ini dimulai dari lingkungan Fakultas Ilmu dan Budaya (FIB), lalu menuju salah satu hutan di lingkungan UI untuk melakukan ritual dan penanaman bibit pohon. Acara diakhiri di dekat Danau Kenanga UI untuk menabur ribuan benih ikan di salah satu dari tujuh danau yang ada di lingkungan kampus tersebut.
Menurut ketua acara ini, Dewi Fajar Marhaeni, perubahan iklim yang semakin tidak terkendali harus menjadi perhatian kita semua, termasuk sivitas akademi di lingkungan kampus. Sebagai salah satu alumni, perempuan yang juga penggagas komunitas Bakul Budaya FIB UI, bersama rekan-rekan lainnya dari Iluni FIB UI tergerak untuk melakukan sesuatu untuk menunjukkan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli kepada alam.
“Ya, kami melakukannya melalui pendekatan budaya seperti ini. Para peluhur kita di masing-masing daerah juga memiliki kearifan lokal untuk menghormati alam ,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.
Kepala Makara Art Center UI Dr. Ngatawi Al-Zastrouw MSc menilai kegiatan semacam ini jangan dinggap sebagai takhyul. “Apa yang ada di balik mitos itu ada etos, ada value, yang kemudian membetuk logos, sistem ilmu pengetahuan. Cara melihatnya seperti itu,” ujar dia saat berdialog seusai acara.
Selain sedekah hutan dan kirab budaya, kegiatan yang diadakan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni, juga diisi pameran foto tentang lingkungan, serta bincang-bincang tentang Hutan, Bumi dan Lingkungan Hidup. Acara yang akan digelar pada Senin (5/6) di Makara Art Center itu, antara lain menghadirkan pembicara Dr. Bondan Kanumoyoso, Dekan FIB UI, Dr Tito Latif Indra, pengajar di jurusan geografi FMIPA UI, serta Henriette Faegerman, konselor dari delegasi aksi iklim dan lingkungan Uni Eropa untuk Indonesia.
Selain itu, juga ada pelatihan Ecoenzim dan Ecoprint untuk masyarakat yang dapat diikuti secara gratis. Acara ini akan digelar Rabu (7/6) di Makara Art Center. (M-3)
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
PERDAMAIAN yang kokoh hanya dapat bertahan apabila berakar pada kebudayaan masyarakat itu sendiri.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Kasus Pandji Pragiwaksono membuka diskusi publik tentang adat dan budaya Toraja. Mengenal nilai, tradisi, dan makna sakral budaya Toraja di tengah polemik.
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved