Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Selain membuat ruangan tampak lebih hidup dan nyaman, tanaman hias juga dapat melindungi manusia dari kanker. Peneliti University of Technology Sydney (UTS), Australia bekerja sama dengan perusahaan solusi tanaman Ambius, menemukan bahwa tanaman dapat menghilangkan hampir semua polutan udara penyebab kanker dari sebuah ruangan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kualitas udara dalam ruangan yang buruk menjadi penyebab atas 6,7 juta kematian dini di seluruh dunia. Kebanyakan orang menghabiskan 90% waktunya di dalam gedung, entah itu di rumah, sekolah, atau kantor. Karena itu, sangat penting untuk memiliki strategi yang efektif untuk membantu mengurangi efek berbahaya dari polusi udara.
“Kita tahu bahwa kualitas udara dalam ruangan seringkali lebih tercemar daripada udara luar, yang kemudian bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Namun, kabar baiknya adalah penelitian ini menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti memiliki tanaman di dalam ruangan dapat mengurangi efek yang berbahaya dari polusi udara,” kata General Manager Ambius Johan Hodgson, seperti dikutip dari situs Study Finds, Jumat (26/5).
Tim menemukan bahwa dinding hijau kecil Ambius, yang memiliki campuran tanaman dalam ruangan, sangat efektif menghilangkan polutan udara karsinogenik, menghilangkan 97% senyawa paling beracun dari udara sekitar dalam waktu delapan jam.
"Ini adalah pertama kalinya tanaman diuji kemampuannya untuk menghilangkan senyawa dan hasilnya mencengangkan, ”kata Associate Professor Fraser Torpy, pemimpin studi dan peneliti bioremediasi UTS.
“Tanaman tidak hanya dapat menghilangkan sebagian besar polutan dari udara dalam hitungan jam, tetapi juga menghilangkan polutan terkait bensin yang paling berbahaya dari udara dengan paling efisien, misalnya karsinogen benzena yang diketahui diproses lebih cepat daripada zat yang kurang berbahaya seperti alkohol,” lanjut Torpy.
Torpy bersama rekan-rekannya juga menemukan bahwa semakin terkonsentrasi racun di udara, semakin cepat dan efektif tanaman dalam membuang polutan tersebut. Ini menunjukkan bahwa tanaman beradaptasi dengan kondisi tempat mereka tumbuh. (M-3)
Vidi Aldiano menyadari bahwa rumor tersebut berkembang karena ia sempat dipapah oleh Deddy Corbuzier keluar dari panggung usai bernyanyi dan membuat banyak orang khawatir.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Penelitian menemukan konsumsi protein hewani tidak meningkatkan risiko kematian, bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap kematian akibat kanker.
Memperingati Hari Kanker Paru-Paru Sedunia, sebuah seminar kesehatan bertajuk Kenali Kanker Paru Sejak Dini digelar.
Sarkoma adalah kanker yang berasal dari jaringan mesenkim, lapisan yang dalam tubuh manusia berkembang menjadi jaringan ikat, otot, lemak, pembuluh darah, hingga tulang.
Krisan, salah satu bunga hias unggulan Indonesia baik di pasar domestik maupun ekspor, sedang menghadapi tantangan serius dari serangan hama dan penyakit tanaman.
KOTA Batu tak hanya lekat dengan suguhan pemandangan alam, kabut, dan kesejukan udara, tetapi juga hamparan perbukitan dan perkebunan milik warga hadir memanjakan mata.
Hobi merawat tanaman menjadi salah satu bentuk self-care yang digemari banyak orang
Kreatif! Sulap botol bekas jadi tanaman hias unik & cantik. DIY mudah, hemat biaya, percantik rumahmu! Tutorial lengkap di sini.
Tips merawat tanaman hias untuk pemula agar subur & cantik! Panduan lengkap cara menyiram, memupuk, & memilih tanaman yang tepat. Klik sekarang!
Tumbuhan hias selain sebagai hiasan untuk ruangan tanaman hias juga bisa dijadikan alternatif untuk penghilang bau tak sedap secara alami
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved