Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI remaja yang tumbuh di era 80-an, kisah Roy dalam Balada Si Roy bisa jadi sangat akrab. Novel karya penulis Gol A Gong itu semula muncul dalam medium cerbung (cerita bersambung) di Majalah Hai, hingga akhirnya dinovelkan.
Sebagai salah satu remaja era 80-an, sutradara Fajar Nugros sangat menggemari cerita itu. Ia pun memberanikan diri untuk meminta izin kepada pemilik cerita, Gol A Gong, untuk mengadaptasinya menjadi film layar lebar.
“Sebagai sutradara, saya punya keinginan cerita-cerita yang dibaca semasa remaja, itu bisa difilmkan. Saya berpikir ketika itu, apakah jenjang karier saya itu bisa mewujudkannya. Setelah berkontak dengan Mas Gong, saya dan Susanti Dewi (produser) pun datang ke Serang untuk pertama kalinya. Dan setelah mendapat persetujuan, baru dua tahun kemudian baru bisa difilmkan,” kenang Fajar tentang perjalanan awal tentang proyek film Balada Si Roy saat konferensi pers seusai pemutaran film khusus media di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa, (10/1).
Ketika itu, Fajar masih membawa bendera rumah produksi Demi Istri. Proyek baru berjalan ketika Demi Istri diakuisisi oleh grup perusahaan IDN Media dan menjadi IDN Pictures. Produksinya pun terkendala pandemi, dan akhirnya syuting pada awal 2021. Balada Si Roy yang akan tayang 19 Januari 2023 pun menjadi film produksi pertama IDN Pictures, sebelum Inang, Qorin, atau Srimulat Hil yang Mustahal.
Gong yang hadir dalam konfrensi pers, berkelakar soal alasan akhirnya menerima permintaan Fajar. Rupanya, Fajar bercerita tentang pengalaman berusaha mengikuti acara pelatihan menulis oleh Gong.
Fajar yang bukan komunitas penggemar Gong berusaha ikut kelas dengan menyelinap namun akhirnya ketahuan dan diusir panitia. “Fajar datang ke rumah saya, dia cerita pernah datang ke pelatihan menulis saya di Yogyakarta ketika dia masih SMA. Dia cerita dengan wajah sedih. Saya pun jadi iba, ha-ha,” kata Gong.
Soal pemelihan pemeran di film Balada Si Roy, Gong memiliki kriteria tertentu. “Awalnya, Bio One yang disodorkan untuk jadi pemeran Roy. Tapi menurut saya dia terlalu ‘glowing. Akhirnya saya melihat kesungguhan Fajar untuk memfilmkan Balada Si Roy saat dia menyodorkan Abidzar Al-Ghifari. Dan saya merasa akhirnya kutukan karya Balada Si Roy dicabut, dan jadi untuk difilmkan,” lanjut Gong.
Produser film Balada Si Roy, Susanti Dewi menambahkan, film ini ditujukan utamanya untuk para generasi muda. Energi karakter Roy dan teman-temannya sebagai anak muda, patut menjadi refleksi, anak muda perlu memiliki rasa gelisah dan ingin mendobrak. “Kami ingin generasi muda dan para pemimpin muda itu punya rasa ingin selalu mengubah hal menjadi lebih baik.” (M-1)
"Gitaris band Edane dan salah satu gitaris terbaik di Indonesia. Ternyata, beliau kan mengisi part gitar lagu yang saya buat. Waktu itu, otak saya sampai nge-hang lama banget."
"Fajar itu datang tahun 98, syutingnya 2021. Saya hampir pesimistis juga. Kayaknya kutukan Roy ini memang akan terus berlangsung."
Lulu Tobing berperan sebagai Astuti, ibu Roy di film Balada Si Roy.
Pipik mengatakan dirinya sudah berpesan kepada Abizar untuk menjadikan dunia hiburan sebagai jalan dakwah.
"Ketika film ini rilis pada 2023 dan orang mulai bertanya, keluarga muslim punya anjing emang boleh? Apalagi pemainnya anak ustaz."
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved