Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PORTAL informasi budaya Indonesia, www.indonesiakaya.com bekerja sama dengan Garin Nugroho dan BOOW Live kembali menyuguhkan kembali hiburan menarik bertajuk Serial Musikal Payung Fantasi. Sebelumnya, Indonesia Kaya mengangkat serial musikal Nurbaya yang terinspirasi dari novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli.
Serial Musikal Payung Fantasi, kali ini, mengangkat kisah Ismail Marzuki. Terdiri dari enam episode, serial ini akan ditayangkan di kanal YouTube IndonesiaKaya mulai 26-27 Oktober 2022 pukul 19.00 WIB.
"Saya bersama tim memutuskan untuk mengangkat kisah dan karya Ismail Marzuki yang bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam format serial musikal dengan konsep kekinian," kata Renitasari Adrian, Program Director www.indonesiakaya.com, saat preview dan media briefing Serial Musikal Payung Fantasi, yang digelar di Jakarta Pusat, Senin (24/10).
Lagu Payung Fantasi yang mengalun di radio mengantarkan kisah tentang kehidupan sang komponis hingga akhir hayatnya. Bakat musik yang luar biasa dan kepiawaian merangkai kata di dalam lagu lagunya menjadi cara Ismail Marzuki dalam menggemakan semangat perjuangan untuk kemerdekaan.
Lebih dari 25 karya maestro Ismail Marzuki dibawakan di serial ini, di antaranya adalah Jauh di Mata, Payung Fantasi, Juwita Malam, Indonesia Pusaka, Melati Tapal Batas, Halo-halo Bandung, Gugur Bunga, dan Rayuan Pulau Kelapa. Tak ketinggalan lagu O, Sarinah yang merupakan salah satu lagu pertama ciptaan Ismail Marzuki yang ditulis dalam bahasa Belanda yang menjadi simbol kehidupan masyarakat Indonesia yang tertindas di era penjajahan.
Buku berjudul Seabad Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman karya Ninok Leksono menjadi salah satu referensi dalam pembuatan serial musikal ini. Ninok Leksono mengungkapkan, "Ismail Marzuki merupakan sosok komponis dan pahlawan nasional yang sangat menginspirasi, karena karyanya yang masih didengarkan dan dinyanyikan hingga saat ini. Selain menciptakan ratusan lagu, sosok yang memiliki wawasan yang luas tentang dunia musik ini juga pandai memainkan berbagai alat musik seperti ukulele, gitar, biola, akordion, saksofon dan piano. Semoga persembahan ini dapat memperkenalkan karya-karya Ismail Marzuki ke generasi muda."
Serial Musikal Payung Fantasi ini merupakan proyek kolaborasi dengan banyak pihak antara lain beberapa produser seperti Billy Gamaliel, Bayu Pontiagust dan Fia Cinte. Proyek ini menggabungkan teknik panggung dan teknik film dengan arahan Pasha Prakasa yang berperan sebagai sutradara teater, Naya Anindita sebagai sutradara film dan Chriskevin Adefrid bersama Teguh Yasa Abratama sebagai penulis naskah. Ivan Tangkulung sebagai penata musik, Nesia Ardi sebagai penata vokal, dan Nyak Ina Raseuki (Ubiet) sebagai konsultan vokal dan musik.
Selain musik, serial musikal ini juga semakin semarak koreografi indah karya Ufa Sofura. "Senang melihat banyak talenta baru bermunculan, artinya kecintaan terhadap literasi budaya akan terus lestari dan teregenerasi. Apalagi Ismail Marzuki merupakan sosok seniman, komposer, dan pahlawan nasional yang sangat memberi pengaruh dalam dunia seni musik Tanah Air. Banyak lagu gubahan beliau yang hingga kini masih terus diputar dan didengarkan, baik dalam wujud asli maupun berbagai gubahan baru," kata Garin Nugroho selaku Eksekutif Produser, dalam siaran pers.
Dalam kesempatan yang sama, Naya Anindita sebagai sutradara film di serial musikal ini mengatakan bahwa proses kreatif dalam pembuatan serial musikal ini lebih matang dari serial sebelumnya. Serial Nurbaya memberikan mereka kemampuan membuat formula yang apik antara proporsi film dan teater.
Sebagai pemeran Ismail Marzuki, Gusty Pratama mengungkapkan melalui berbagai rangkaian proses produksi dan mendapatkan banyak pelajaran berharga dari para mentor profesional. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya bisa memerankan sosok Ismail Marzuki, dengan melakukan pendalaman kurang lebih 2 bulan.
"Tantangannya ini karakter yang dimainkan jauh dari karakter keseharian Gusty. Gusty kesehariannya pemalu sedangkan Maing (Ismail Marzuki) lebih vokal dan yakin pada apapun yang dilakukannya," ungkapnya.
Serial ini juga diramaikan dengan penampilan dari Mariska Setiawan, seorang penyanyi sopran asal Surabaya yang pernah terlibat dalam berbagai pertunjukan musik klasik, yang memerankan sosok Eulis Andjung. Selain karakter utama dan para peserta terpilih program Mentjari Maing dan Djoewita, serial musikal ini juga dimeriahkan oleh Sal Priadi sebagai Syaiful Bahri, Afgan sebagai Bing Slamet, Daniel Adnan sebagai Perwira Belanda, dan juga Titiek Puspa sebagai Eyang Putri. (M-1)
Kembalinya One Piece musim semi ini menandai transisi besar dalam narasi anime garapan Eiichiro Oda tersebut.
Serial drama Korea bergenre thriller romantis Siren's Kiss menjanjikan perpaduan ketegangan psikologis yang intens dengan daya tarik emosional yang mematikan.
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Melalui dinamika hubungan antartokohnya, serial Melindungimu Selamanya mengajak penonton untuk melihat bahwa mencintai adalah sebuah keputusan.
Laura Moane mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mengambil peran di serial A dan Z: InsyaAllah Cinta didasari oleh ketertarikannya pada alur cerita yang ditawarkan.
Serial A dan Z: InsyaAllah Cinta hadir dengan narasi yang tidak sekadar mengulik asmara remaja, melainkan kisah cinta mendalam yang berakar dari sebuah tragedi.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved