Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Para pecinta astronomi, ada obyek menarik selama sebulan ini yang dapat diamati di langit utara. Hujan meteor Perseids tahunan berlangsung selama lebih dari lima minggu, dimulai 17 Juli dan hingga 24 Agustus. Namun, puncaknya akan terjadi pada malam 12-13 Agustus.
Jika langit cerah, seperti dikutip The Guardian, meteor yang terlihat bisa mencapai 60-100 buah per jam. Perseid adalah butiran debu yang pernah menjadi bagian dari ekor komet Swift-Tuttle, yang mengorbit matahari setiap 133 tahun sekali. Mereka sekarang menghantam atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 130.000 mph, dan terbakar jauh di atas permukaan planet kita.
Meteor akan memancar ke segala arah dari titik pancaran. Untuk mengamati fenomena ini, Anda mungkin dapat rebahan di kursi taman di halaman rumah dan jangan lupa membawa teleskop serta selimut untuk melindungi dari dinginnya malam. Sayangnya, fenomena ini akan sulit terlihat oleh mereka yang berada bagian di selatan Bumi. (M-4)
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
NASA izinkan astronaut bawa iPhone ke Bulan dalam misi Artemis 2026. Simak aturan berat, tantangan radiasi, dan suhu ekstrem di permukaan lunar.
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved