Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Membilas, merendam, dan mengeringkan buah dan sayuran sebelum menyimpannya dapat menjauhkan bakteri yang menempel. Analis kebijakan senior di divisi keamanan produk di Food and Drug Administration (FDA), Michelle Smith, Ph.D., berbagi beberapa pemikiran penting tentang masalah ini.
“Buah dan sayuran segar adalah bagian dari makanan yang sehat dan bergizi, namun bakteri berbahaya yang mungkin ada di tanah atau air tempat produk tumbuh dapat bersentuhan dengan buah dan sayuran dan mencemari mereka,” kata Smith seperti dikutip dari situs Apartment Therapy, situs rumah independen, Senin (4/7).
Menurut dia bakteri dapat menempel pada buah dan sayuran pada saat dipanen, selama penyimpanan, atau bahkan saat persiapan sebelum dimasak.. Selain itu, karena produk sering dikonsumsi mentah, tidak ada langkah penting dalam memasak yang dapat membunuh bakteri berbahaya.
“Oleh karena itu, penting untuk mencuci produk sebelum menyimpannya. Bahkan jika Anda tidak berencana memakan kulitnya, tetap penting untuk mencuci produk terlebih dahulu agar kotoran dan bakteri tidak berpindah dari permukaan saat mengupas atau memotong produk," ungkapnya.
Bagaimana cara mencuci buah dan sayuran?
Smith menjelaskan bahwa sebenarnya ada metode yang tepat untuk diikuti yang tidak hanya paling aman tetapi juga cara yang paling efektif untuk mencuci buah dan sayuran. Penggunaan formula atau produk untuk mencuci produk dapat berpotensi berbahaya. Cara terbaik untuk mencuci buah dan sayuran dengan aman sangat sederhana yaitu air.
“Mencuci permukaan buah dan sayuran secara menyeluruh di bawah air bersih yang mengalir akan mengurangi potensi kontaminasi dari tanah, residu, atau mikroba,” kata Smith. Ia tidak merekomendasikan menggunakan cuka atau pencuci yang dibeli di toko untuk mencuci buah dan sayuran. Sebab, sabun dan deterjen rumah tangga dapat diserap oleh buah-buahan dan sayuran yang rusak (seperti pecah atau robek) dan dapat membuat Anda sakit.
Untuk mencuci buah seperti melon dan mentimun, Smith menyarankan cukup gosok dan bilas di bawah air. “Setelah dicuci, Anda bisa mengeringkan dengan lap bersih atau handuk kertas untuk lebih mengurangi bakteri yang mungkin ada di permukaan,” katanya.
Bagaimana bisa membuat buah dan sayuran bertahan lebih lama?
Jika Anda ingin meningkatkan umur panjang buah dan sayuran, Smith memiliki tips sebagai berikut:
1. Pilih produk yang tidak rusak.
Jika Anda membeli produk yang sudah dipotong, dikantongi, atau dikemas, pilih hanya produk yang didinginkan atau dikelilingi oleh es.
2. Hindari mengkontaminasi produk selama penanganan dan persiapan.
Misalnya kantong dan simpan produk secara terpisah dari daging, unggas, dan makanan laut.
3. Mulailah dan akhiri dengan tangan yang bersih saat menyiapkan produk segar.
Ini berarti mencuci setidaknya 20 detik sebelum dan sesudah penanganan.
4. Jangan mencuci ulang produk yang sudah dicuci sebelumnya.
Ada beberapa kekhawatiran bahwa pencucian di rumah dapat membawa lebih banyak risiko, kata Smith, jadi pencucian tambahan untuk produk yang berlabel sudah dicuci tidak sepenuhnya diperlukan.
Smith juga merekomendasikan untuk menyimpan buah dan sayuran yang mudah rusak (seperti stroberi, selada, rempah-rempah, dan jamur) di lemari es yang bersih pada suhu 40 derajat Fahrenheit (4,45 derajat Celcius) atau di bawahnya. Pastikan untuk mendinginkan semua produk yang sudah dipotong atau dikemas juga. (M-4)
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Pelajari cara mandi wajib setelah berhubungan intim dalam Islam, termasuk niat, tata cara, dan pentingnya untuk menyucikan diri sesuai syariat.
Petugas kebersihan berasal dari lima Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi serta Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS BA).
Semua pengelola dapur SPPG agar memastikan higienis setiap bahan baku terutama dalam proses pengolahan makanan.
Para orangtua disarankan menghindari penggunaan disinfektan dan antiseptik secara berlebihan di rumah dan fokus pada upaya kebersihan fungsional, bukan sterilisasi berlebihan.
Tak hanya untuk mengembangkan adonan, baking soda juga bermanfaat untuk kesehatan dan kebersihan. Simak cara pakainya dan efek sampingnya.
Mungkin Anda pernah melihat ada nyamuk yang hanya mengincar orang tertentu. Misalnya dalam satu ruangan, ada orang yang diserang habis-habisan oleh nyamuk, sedangkan yang lain tidak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved