Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Gerakan Indonesia ASRI Dimulai dari Kantor

Abdillah M Marzuqi
07/2/2026 03:12
Gerakan Indonesia ASRI Dimulai dari Kantor
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo dalam Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan BSKDN(Dok.HO)

KEPALA Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo menegaskan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) harus dimulai dari lingkungan kerja sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Yusharto menekankan, gerakan ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kesadaran dan kebiasaan hidup bersih yang berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh bagi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.

“Ini (gerakan ASRI) bukan hanya sekadar kegiatan sesaat. Tetapi menjadi awal untuk kita bisa membangun kebiasaan meningkatkan kesadaran kita untuk bisa berperilaku bersih, mulai dari diri kita sendiri, lingkungan keluarga sampai dengan lingkungan tempat kerja kita," tegasnya dalam Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan BSKDN, yang digelar di Kantor BSKDN pada Jumat (6/2).

Dia menjelaskan, salah satu fokus utama program ASRI adalah mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih melalui pengurangan timbulan dan timbunan sampah. Presiden, lanjutnya, menaruh perhatian serius terhadap isu kebersihan lingkungan sebagai bagian dari wajah Indonesia di mata dunia.

“Presiden mendorong kita  untuk berada dalam lingkungan yang lebih bersih dengan mengurangi timbulan dan timbunan sampah. Mengingat banyak kejadian di antaranya Presiden mendapati informasi kolega beliau di luar negeri mengatakan, kok Indonesia tidak seindah sebagaimana yang diterangkan, ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua," ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Senen, Lurah Kenari, serta petugas kebersihan atau Pasukan Oranye yang selama ini berperan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, sinergi yang terbangun diharapkan dapat berlanjut melalui program-program bersama yang dilaksanakan secara berkala.

Sementara itu, sebagai institusi yang menempati bangunan heritage peninggalan kolonial, Yusharto menegaskan, BSKDN memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan kantor. “Karena kita berada di kawasan heritage, mestinya perhatian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan ini jauh lebih baik dibandingkan tempat lainnya,” katanya. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya