Jumat 03 September 2021, 09:06 WIB

Fotografer Kolombia ini Mendokumentasikan Keanekaragaman Kupu-kupu Terbesar di dunia

Adiyanto | Weekend
Fotografer Kolombia ini Mendokumentasikan Keanekaragaman Kupu-kupu Terbesar di dunia

JOAQUIN SARMIENTO / AFP)
Fotografer Kolombia yang juga ahli agronomi Juan Guillermo Jaramillo sedang memotret kupu-kupu

 

Seperti lebih dari 3.000 spesies kupu-kupu di Kolombia, kehidupan ahli agronomi Juan Guillermo Jaramillo mengalami metamorfosisnya sendiri beberapa tahun lalu. Pria berusia 65 tahun yang pernah menjalankan bisnis pakan ternak ini awalnya hobi memotret burung, namun kini menjadi tokoh kunci dalam dunia kupu-kupu Kolombia.

Selain ahli agronomi, Jaramillo adalah penulis yang menginventarisir  kehidupan kupu-kupu yang menjadikan Kolombia diakui sebagai negara yang memiliki keanekaragaman spesies kupu-kupu terluas di dunia. Daftar yang dia kerjakan diterbitkan di British Natural History Museum di London -- yang memiliki koleksi kupu-kupu terbesar di dunia -- pada Juni.

Mereka mengidentifikasiada  3.642 spesies berbeda di negara di pegunungan Andes tersebut , yang merupakan 19,4% dari varietas global yang diketahui. Tapi Jaramillo ingin menunjukkan bahwa dia bukan seorang kolektor. "Saya mematahkan citra tradisional yang terkait dengan kupu-kupu kolektor sebagai pihak yang membunuh mereka, memasukkannya ke dalam amplop dan kemudian menyematkannya ke dalam kotak," kata Jaramillo kepada AFP.

"Aku sama sekali tidak mampu membunuh mereka," imbuhnya. 

Seperti lebah, kupu-kupu adalah penyerbuk yang penting bagi ekosistem. Mereka juga merupakan sumber makanan penting bagi burung dan ular. Namun habitat mereka berada di bawah ancaman deforestasi, pertanian, dan pemanasan global. Jaramillo, yang tinggal di distrik Antioquia barat daya, memiliki arsip 220.000 foto kupu-kupu dan telah memotret 1.500 spesies berbeda.

Menipu kupu-kupu

Jaramillo telah menghabiskan 15 tahun terakhir  hidupnya dengan trekking melalui hutan untuk mencari "permata bersayap" itu, sebuah hobi berbahaya mengingat daerah tersebut penuh dengan kelompok bersenjata dan pengedar narkoba.

Penandatanganan perjanjian damai bersejarah 2016 antara pemerintah dan gerilya marxis Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia setelah lebih dari setengah abad konflik bersenjata, memicu harapan daerah-daerah yang sebelumnya terlarang akan menjadi aman bagi para ilmuwan dan naturalis. Tapi itu tidak lama sebelum pemberontak bersenjata dan pengedar narkoba kembali.

"Saya ingin pergi ke banyak tempat, tetapi ada beberapa yang tidak saya kunjungi karena takut," kata Jaramillo.

Ketika dia keluar, Jaramillo membawa kamera, tripod, dan wadah berisi cairan merah muda yang dia siapkan setiap pagi: umpan udang. Setelah mencoba berbagai jenis umpan lainnya, ia menemukan udang sebagai umpan yang paling baik. Dia menyebarkan umpan berbau busuk di bebatuan dan daun di tepi sungai yang deras, dan bahkan mengeluarkan bola kapas yang direndam dalam cairan.

"Begitulah cara saya membuat mereka mengira itu kotoran burung," jelasnya. "Ketika kupu-kupu mendarat di atas daun, mereka tinggal di sana selama beberapa waktu... mereka hampir seperti model," tambahnya.

"Tanpa umpan, tidak mungkin melihat spesies tertentu di hutan karena mereka hidup di pohon yang sangat tinggi.  Hambatan potensial lainnya adalah cuaca. Jika tidak ada matahari, tidak ada kupu-kupu." (AFP/M-4)

Baca Juga

Dok. Pop Art Jakarta 2022

Yuk, Nikmati Karya Kreator Lokal di Pop Art Jakarta

👤Fathurrozak 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:06 WIB
Berlangsung mulai 13 Agustus, pameran yang menghadirkan antara lain Bumilangit dan Mice Cartoon ini dapat disimak secara...
unsplash.com/Sébastien Goldberg

Gelombang Panas dan Kekeringan Ekstrem Membuat Produksi Garam di Prancis Meningkat

👤Devi Harahap 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:00 WIB
Suhu naik dalam beberapa bulan terakhir dan hampir tidak ada curah hujan. Keadaan tersebut menyebabkan tingginya penguapan air laut di...
Dok Vision+

Serial Drama Kehidupan Tradisional di Era Modern Royal Blood Bakal Dirilis

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 10:20 WIB
Vision+ bekerja sama dengan Kantara Creative dan disutradarai oleh Eko Kristianto, Royal Blood akan dirilis secara resmi pada 17 Agustus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya