Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Cannes Film Festival 2021 berlangsung pada 6-17 Juli setelah pada edisi 2020 tertunda akibat pandemi covid-19. Direktur artistik Cannes Thierry Frémaux, membuka diskusi tentang posisi streamers dan tantangan mengadakan festival selama pandemi.
“Bagi penyelenggara, kami di sini bukan untuk kami. Ini untuk bioskop, untuk artist, untuk profesional, pers, kota Cannes, yang benar-benar terluka,” katanya saat konferensi pers sehari sebelum pembukaan festival, Senin (5/7), dikutip dari Variety.
Dia juga mengatakan, meskipun Cannes membatalkan festival pada tahun lalu, tetapi ada beberapa tokoh maupun sosok yang mengalami masa kritis. Sehingga pembatalan festival pada 2020 seharusnya bisa dimaknai secara serius mengenai persoalan kemanusiaan.
“Ada artis yang hadir di sini pada 2019 dan sudah tiada ketika Cannes 2021, jadi bagaimana orang bisa mengeluh, festival dibatalkan mengingat betapa seriusnya apa yang terjadi?”
Frémaux menekankan, Cannes mematuhi semua pembatasan akibat pandemi yang diberlakukan pemerintah Prancis, termasuk penggunaan masker di bioskop. Peserta festival tanpa sertifikat vaksin yang diakui Prancis juga diharuskan untuk diuji setiap 48 jam di fasilitas pengujian di tempat festival.
“Sulit untuk membuat pengecualian untuk Festival Film Cannes. Kami tidak ingin terlihat seolah-olah kami terlalu istimewa. Glamour tidak membenarkan untuk tidak mematuhi aturan kesehatan yang ketat karena pandemi,” katanya.
Sementara itu, ia juga menjawab pertanyaan berulang tentang raksasa streaming, Netflix, yang tidak hadir di festival. Frémaux berbicara dengan penuh semangat tentang sejarah sinema dan apakah platform streaming saat ini mewakili krisis eksistensial.
“2019 adalah tahun yang hebat untuk film. Tapi tahun 2020 adalah malapetaka dalam sejarah perfilman. Bioskop sebelumnya tidak pernah tutup di seluruh dunia untuk waktu yang lama. Setiap kali bioskop harus bersaing dengan teknologi baru – TV, video, internet – bioskop ada di sana,” kata Fremaux.
Fremaux melihat posisi streamers saat ini, yang unggul bila dibanding bioskop memang layak dan patut. Meski, itu datang pada periode pandemi, ketika bioskop tidak dapat mempertahankan dirinya sendiri.
Dalam lingkup festival film, Frémaux ingin menunjukkan beberapa platform streaming juga terus membeli dan bahkan berinvestasi untuk film dengan cara tradisional.
“Amazon ikut memproduksi film Leo Carax, Amazon ada di Cannes nanti, dan Amazon juga ada di sana untuk film dokumenter Val Kilmer,” katanya.
“Jadi bekerja dengan platform, itu terjadi dengan cara yang sangat alami, sama seperti bekerja dengan TV. Cuma kita punya aturannya, yaitu film-film yang dilombakan harus tayang di bioskop-bioskop Prancis,” jelasnya.
“Ini bukan aturan yang sangat sulit untuk dipatuhi. Tetapi Netflix tidak ingin mematuhi aturan itu, tidak ingin keluar dari persaingan – saya mengundang mereka – dan kami banyak berbicara bersama sebagai teman. Saya harap saya akan meyakinkan mereka suatu hari nanti,” kata Fremaux menyinggung ketidakhadiran Netflix di Cannes.
Meski demikian, Fremaux tetap memberi kredit untuk platform tersebut. Ia melihat seperti Mank, The Irishman, adalah beberapa produksi yang menunjukkan platform tersebut punya pendekatan sinematik.
“Karyanya luar biasa. Ted Sarandos (Co-CEO and Chief Content Officer of Netflix), Scott Stuber, mereka adalah orang-orang yang memulai karier mereka di bioskop, dan jelas Netflix telah mendapatkan pijakan yang besar karena mereka melibatkan orang-orang yang bekerja di bioskop.”
Fremaux pun mengajukan pertanyaan, apakah sekiranya saat ini streamers sudah melahirkan sosok sutradara. Namun, hingga saat ini memang belum terlihat.
“Belum ada. Tahun lalu kita merayakan 125 tahun penemuan sinema. Jadi platform, katakanlah, 10 tahun? Jadi mari kita lihat, dalam lebih dari satu abad, (jika) kita akan merayakan platform tersebut. Dan untuk saat ini, platform, mereka hanya merekrut pembuat film yang berasal dari bioskop: Jane Campion, Quentin Tarantino, Andrew Dominik, David Fincher.”
Meski demikian Fremaux juga memberi catatan, yang diutarakannya itu bukanlah untuk menentang platform. Tapi baginya, tujuan Cannes dan festival film lain adalah untuk menemukan bakat, dan memunculkan nama baru sineas untuk masuk dalam peta perfilman global. “Jadi saya tidak yakin, bahkan Netflix atau siapa pun, mereka dapat melewatkan Festival Film Cannes.” (M-2)
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Di tengah arus globalisasi, wisatawan tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga nilai dan makna dari destinasi yang dikunjungi.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved