Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Deddy Mizwar Hadirkan Film Rumah Tanpa Cahaya, Potret Kerinduan dan Cinta Abadi Seorang Ibu

Basuki Eka Purnama
13/2/2026 16:05
Deddy Mizwar Hadirkan Film Rumah Tanpa Cahaya, Potret Kerinduan dan Cinta Abadi Seorang Ibu
Figur perfilman Indonesia, Deddy Mizwar (pertama kiri), menulis skenario film drama keluarga terbaru berjudul "Rumah Tanpa Cahaya" yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis (12/2/2026).(ANTARA/HO-Citra Sinema)

TOKOH perfilman nasional, Deddy Mizwar, kembali menyapa pencinta film Indonesia lewat karya drama keluarga terbaru berjudul Rumah Tanpa Cahaya. Film yang diproduksi oleh Citra Sinema bekerja sama dengan Sinemart ini sudah mulai menyapa penonton di seluruh bioskop tanah air pada 12 Februari 2026.

Melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (13/2), Deddy Mizwar menjelaskan bahwa film ini merupakan sebuah refleksi tentang kehilangan. Ia menyoroti bagaimana figur seorang ibu tetap menjadi pilar kekuatan bagi keluarga, bahkan setelah raga tak lagi bersama mereka.

"Rumah Tanpa Cahaya tentang kehilangan dan bagaimana cinta seorang ibu tetap hidup serta membimbing keluarganya ketika ia sudah tiada," ujar Deddy.

Kekuatan cerita film ini lahir dari kolaborasi enam penulis skenario, yakni Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, dan Rafi Muhammad Zuhdi. 

Kursi sutradara dipercayakan kepada Odi Harahap, yang diharapkan mampu menerjemahkan kedalaman naskah tersebut ke dalam visual yang menyentuh.

Produksi ini juga menjadi ajang reuni kreatif antara Deddy Mizwar dan Zairin Zain. Keduanya sebelumnya pernah meraih sukses saat berkolaborasi dalam film drama komedi satire berjudul Alangkah Lucunya (Negeri Ini) pada 2010 silam.

Cahaya di Balik Warung Empal Gentong

Fokus cerita Rumah Tanpa Cahaya berpusat pada kehidupan pasangan suami istri, Nurul (Ira Wibowo) dan Qomar (Donny Damara). 

Keseharian mereka diisi dengan mengelola warung Empal Gentong. Namun, bagi Nurul, warung tersebut bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan ruang untuk menebar kasih sayang kepada sesama.

Ira Wibowo, yang memerankan sosok Nurul, memandang karakternya sebagai representasi kekuatan yang senyap. 

"Nurul adalah gambaran banyak ibu di Indonesia yang diam-diam kuat, penuh cinta, dan sering kali menjadi cahaya tanpa pernah meminta untuk dilihat," ungkap Ira.

Konflik emosional mulai memuncak ketika Nurul berpulang untuk selamanya. Kepergian sang ibu menyisakan kehampaan mendalam bagi Qomar dan kedua putra mereka, Samsul (Ridwan A. Ghany) serta Azizi (Lavicky Nicholas).

Donny Damara mengungkapkan bahwa tokoh Qomar yang ia perankan harus bergelut dengan kesepian yang hebat. Kehilangan ini menjadi momen titik balik bagi seluruh anggota keluarga untuk menyadari betapa berartinya kehadiran Nurul selama ini.

"Film ini mengajak kita merenung sering kali kita baru memahami arti keluarga dan pengorbanan setelah kehilangan itu benar-benar terjadi," tutur Donny.

Selain jajaran pemeran utama tersebut, film ini juga didukung oleh penampilan dari Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda. 

Rumah Tanpa Cahaya diharapkan menjadi pengingat bagi penonton untuk lebih menghargai setiap momen bersama orang-orang terkasih sebelum waktu memisahkannya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya