Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Membaca Luka dan Pesona Papua Lewat Film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua

Basuki Eka Purnama
12/2/2026 10:04
Membaca Luka dan Pesona Papua Lewat Film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua
Poster film Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua(imdb)

"ALAM ini kasih kita banyak. Tapi kita tidak boleh kasih apa-apa selain bersyukur untuk alam ini.” 

Kutipan dialog tersebut menjadi napas utama dalam film terbaru karya sutradara Anggi Frisca, Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua. Film anak bergenre musikal-petualangan ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang relasi manusia dengan alam.

Cerita bermula saat Tegar (M Aldifi Tegarajasa), seorang anak laki-laki asal Bandung, berlibur ke kampung halaman pengasuhnya, Teh Isy (Joan Wakum), di Papua. 

Kepergian Tegar didasari oleh kerinduan akan cerita mendiang kakeknya mengenai hutan Papua dan ambisinya melihat langsung burung Cendrawasih yang legendaris.

Di sana, Tegar bertemu dengan Maira (Elisabeth Sisauta), seorang anak perempuan dari masyarakat adat yang baru berusia 12 tahun. 

Maira mengajak Tegar menyusuri hutan menuju rumahnya yang berada di ketinggian demi menemukan burung Cendrawasih. 

Persahabatan keduanya kemudian tumbuh menjadi perjalanan yang mengubah cara pandang mereka terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.

Namun, rasa ingin tahu mereka berubah menjadi kegelisahan saat menyadari bahwa hutan mereka sedang berada dalam ancaman besar. 

Konflik memuncak ketika masyarakat adat tempat Maira tinggal menjadi korban penipuan oleh "Bos Besar", pemilik perusahaan pembalakan untuk pertambangan. Sebagai satu-satunya anak yang bisa baca-tulis di kampungnya, Maira berjuang menyelamatkan hutan dengan bantuan Tegar dan Teh Isy.

Sepanjang 90 menit, penonton akan disuguhi kontras antara pesona alam Papua yang luar biasa dengan "luka" akibat deforestasi, krisis iklim, dan konflik lahan. 

Meski mengangkat isu serius, film ini dikemas dengan formula yang ringan sehingga tetap ramah bagi penonton semua usia.

Produser film, Chandra Sembiring, menekankan bahwa film adalah alat kampanye yang efektif. Berdasarkan pengalamannya di wilayah konflik dan alam liar, ia melihat masyarakat adat memiliki resiliensi kuat yang sering diabaikan pembangunan modern.

“Kami ingin membangun ekosistem. Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye dan benih gerakan,” ujar Chandra dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (12/2)

Kekuatan film ini juga terletak pada pendekatannya yang musikal. Joan Wakum, yang memerankan karakter pendukung sekaligus memimpin pengembangan musik, memadukan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik.

“Saya sangat berharap bahwa film ini bukan cuma sekedar film saja, lagu-lagu, apa yang ditunjukkan dalam visual di dalam film ini adalah kebanggaan kami anak-anak Papua. Ini tong punya tradisi yang akan kita bawa,” tutur Joan.

Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua sudah menyapa penonton di bioskop Indonesia pada 5 Februari 2026. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya