Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Polemik Hak Cipta: Jonny Greenwood dan Paul Thomas Anderson Tuntut Amazon Hapus Musik di Dokumenter Melania

Basuki Rachmat
11/2/2026 09:41
Polemik Hak Cipta: Jonny Greenwood dan Paul Thomas Anderson Tuntut Amazon Hapus Musik di Dokumenter Melania
Poster film dokumenter Melania(imdb)

KOLABORASI artistik antara gitaris Radiohead, Jonny Greenwood, dan sutradara kenamaan Paul Thomas Anderson (PTA) kembali menjadi sorotan. Namun, kali ini bukan karena karya baru, melainkan protes keras keduanya terhadap Amazon MGM Studios atas dugaan penggunaan musik tanpa izin dalam film dokumenter kontroversial berjudul Melania.

Perselisihan ini bermula ketika komposisi musik (scoring) dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Greenwood dan disutradarai oleh Anderson, muncul dalam dokumenter yang mengisahkan perjalanan hidup mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump. 

Keduanya mengaku terkejut dan keberatan atas pencatutan karya tersebut yang dianggap mencederai kesepakatan profesional.

Melalui pernyataan resmi yang dikutip dari laporan Variety, Anderson dan Greenwood menegaskan bahwa meskipun hak cipta secara teknis berada di tangan label, ada etika dan kontrak profesional yang dilanggar dalam proses lisensi ini.

"Telah sampai ke perhatian kami bahwa potongan musik dari Phantom Thread telah digunakan dalam dokumenter Melania. Meskipun Jonny Greenwood tidak memiliki hak cipta atas partitur (score) tersebut, Universal gagal berkonsultasi dengan Jonny mengenai penggunaan oleh pihak ketiga ini, yang merupakan bentuk pelanggaran terhadap perjanjian komposer," ungkap Anderson dan Greenwood.

Atas dasar pelanggaran kesepakatan tersebut, mereka menuntut agar Amazon MGM Studios segera menghapus seluruh potongan musik karya Greenwood dari dokumenter tersebut.

Badai Kritik dan Kegagalan Komersial

Polemik hak cipta ini seolah menjadi pukulan beruntun bagi proyek dokumenter arahan sutradara Brett Ratner tersebut. Sejak penayangan perdananya, Melania sudah menjadi bulan-bulanan kritikus film. 

Film dokumenter ini dinilai gagal secara artistik dan lebih terlihat sebagai upaya pencitraan politik dibandingkan sebuah karya sinematik yang objektif.

Kritikus film dari The Guardian, Xan Brooks, bahkan memberikan nilai nol, sebuah rapor merah yang menempatkan film ini sebagai salah satu dokumenter dengan peringkat terendah sepanjang masa. 

Secara komersial, performanya pun kian mengkhawatirkan. Setelah sempat mencatat angka penonton yang cukup baik di pekan pembukaan, jumlah penonton dilaporkan anjlok drastis hingga 67% pada pekan kedua.

Situasi ini menempatkan Amazon MGM Studios dalam posisi sulit. Di satu sisi, mereka harus menghadapi tuntutan hukum dan etika dari musisi serta sutradara kelas dunia, sementara di sisi lain, investasi promosi yang dikabarkan mencapai puluhan juta dolar terancam sia-sia akibat respons pasar yang negatif. 

Hingga saat ini, publik masih menunggu langkah lanjut dari pihak studio terkait tuntutan penghapusan materi musik tersebut. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya