Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Lebih dari 100 ekor bayi cumi-cumi dilepasliarkan oleh NASA di International Space Station (ISS). Mereka akan diberangkatkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.
Dilansir dari bbc.com, Kamis, (3/6), SpaceX sebelumnya memang telah berencana menerbangkan roket yang berisi berbagai kebutuhan untuk melakukan eksperimen di ruang angkasa. Selain itu, juga dibawa serta setidaknya 5 ribu hewan mikroskopis sebagai bahan penelitian di luar angkasa.
Keberangkatan akan dilakukan pada Kamis, (3/6) pukul 17.29 WIB. Peluncuran roket akan disiarkan secara langsung melalui saluran media sosial milik NASA.
Sekitar 128 bayi cumi bobtail tersebut akan digunakan untuk meneliti dampak dari penerbangan ke luar angkasa pada tubuh hewan. Diketahui cumi-cumi memiliki sistem ketahanan tubuh yang hampir sama dengan manusia.
Nasa megklaim hasil penelitian akan bisa meningkatkan efektivitas sistem perlindungan pada tubuh astronot yang tengah menjalankan misi luar angkasa dalam jangka panjang.
Sementara itu hewan mikroskopik yang diplih untuk ikut dijadikan bahan penelitian ialah tardigrades atau biasa dikenal dengan sebutan beruang air. Hewan tersebut memiliki kemampuan bertahan pada lingkungan ekstrem terbaik dibandingkan dengan hewan sejenisnya. Hal itu membuat beruang air dianggap sebagai pilihan terbaik untuk diteliti di luar angkasa. (M-4)
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
NASA tengah mengevaluasi opsi pemulangan dini misi SpaceX Crew-11 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kendala kesehatan salah satu astronot.
NASA mendadak menunda jadwal berjalan di luar angkasa (spacewalk) karena alasan kesehatan kru. Simak penjelasan resmi NASA mengenai kondisi astronot saat ini.
Astronot ISS menangkap foto spektakuler wilayah Florida dan Karibia saat malam hari.
Seorang astronot di ISS menangkap pemandangan menakjubkan halo bulan di atas atmosfer Bumi.
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Lima dekade setelah misi Apollo menapakkan kaki di permukaan Bulan, teka-teki terbesar tentang struktur internal satelit alami Bumi itu akhirnya berhasil dipecahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved