Rabu 02 Juni 2021, 13:13 WIB

Tiga Merek Fesyen Global ini Dituduh Merampas Budaya Meksiko

Galih Agus Saputra | Weekend
Tiga Merek Fesyen Global ini Dituduh Merampas Budaya Meksiko

unsplash.com/Marisol Benitez
perempuan meksiko dengan busana tradisional. Kebudayaan meksiko kini banyak disontek perusahaan fesyen dunia

 

Pemerintah Meksiko baru-baru ini menuduh tiga merek fesyen internasional, Zara, Anthropologie, dan Patowl telah melakukan 'perampasan budaya'. Mereka mengklaim pola yang dikembangkan komunitas lokal telah digunakan tiga merek dagang busana tersebut dalam desain produk tanpa memberikan manfaat bagi warga setempat.

Klaim itu diberikan lewat surat Kementerian Kebudayaan Meksiko, yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Meksiko, Alejandra Frausto. Dalam pernyataan tertulisnya, ia meminta tiga merek dagang itu menjelaskan kepada publik terkait dasar apa yang mereka gunakan untuk memprivatisasi properti kolektif'.

Kementerian Kebudayaan Meksiko mengatakan Zara, yang dikelola pengecer pakaian terbesar di dunia, Inditex, telah menggunakan pola khas komunitas Mixteca San Juan Colorado dalam kreasi gaun berwarna mint dengan bordir hijau.

"Desain itu mencerminkan simbol leluhur yang terkait dengan lingkungan, sejarah, dan pandangan global masyarakat dan mirip dengan gaun tradisional Huipil yang merupakan bagian dari identitas perempuan, dan membutuhkan waktu setidaknya satu bulan bagi pengrajin lokal untuk membuatnya," kata mereka, seperti dilasiri The Guardian, Rabu, (2/6).

Menanggapi hal tersebut Inditex mengatakan desain yang dimaksud sama sekali tidak dipinjam atau dipengaruhi oleh karya seni masyarakat Mixtec.

Sementara itu, Anthropologie dituduh menyalin desain bordir yang dikembangkan komunitas Mixe Santa Maria Tlahuitoltepec. Desain bordir itu sendiri terlihat dalam sebuah celana pendek biru langit dengan warna ungu dan mint. Pemerintah Meksiko mengatakan desain bordir ini adalah manifestasi identitas, sejarah, dan hubungan warga Mixe dengan lingkungan.

Pemerintah Meksiko juga mengklaim Patowl telah menyalin pola komunitas Zapotec di San Antonino Castillo Velasco pada blusnya yang memiliki corak bunga. Dalam klaimnya, pemerintah Meksiko mengatakan sulaman bunga buatan tangan itu meniru teknik hazme si puedes yang dikembangkan komunitas secara rumit.

Frausto mengeluarkan klaim itu pada musim gugur lalu. Ia mengatakan bahwa Meksiko tidak akan lagi mentolerir tindakan perampasan budaya desain lokal yang tidak menyertakan kredit. Tindakan ini, menurutnya diambil untuk 'melindungi hak penduduk yang secara historis tidak terlihat'.

Isu perampasan kekayaan intelektual semacam ini rupanya sangat marak di Meksiko. Pada Februari lalu, Institut Seniman Oaxaca, yang terletak di Meksiko Selatan juga sempat mendakwa merek pakaian asal Australia, Zimmermann, yang dikenakan Kendall Jenner dan Istri Adipati Cambridge telah menjiplak desain komunitas Mazatec, dari Oaxaca.

Menanggapi hal itu, manajemen Zimmermann lantas mengatakan kesalahan itu tidak disengaja dan segera menarik produknya dari pasar.  "Kami mohon maaf atas penggunaan tanpa penghargaan yang pantas kepada pemilik budaya dari bentuk pakaian ini dan atas pelanggaran yang ditimbulkannya," katanya.

Perancang Busana Terkemuka asal Prancis, Isabel Marant pada November lalu juga sempat mengajukan permintaan maaf kepada Kementerian Kebudayaan Meksiko. Kala itu, ia dituduh meniru pola yang dikembangkan oleh komunitas Purepecha. (M-4)                                               

Baca Juga

Dok. Pribadi

Mendampingi di Kala Pandemi

👤Fathurrozak 🕔Minggu 05 Desember 2021, 06:40 WIB
PANDEMI covid-19 sedikit banyak memengaruhi proses konsultasi dan pendampingan korban kekerasan seksual yang dilakukan LBH APIK...
Dok. Pribadi

Upaya Menciptakan Ruang Aman

👤Fathurrozak 🕔Minggu 05 Desember 2021, 06:30 WIB
PERATURAN Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbud-Ristek) No 30 Tahun 2021 yang baru-baru ini dilansir menuai...
MI

Sudoku edisi 5 Desember 2021

👤MI 🕔Minggu 05 Desember 2021, 06:20 WIB
Sudoku atau dikenal juga dengan tebak angka (number...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya