Selasa 11 Mei 2021, 20:45 WIB

Kupu-kupu Abad Ke-17 Terawetkan di Buku Perpustakaan Cambridge

Bagus Pradana | Weekend
Kupu-kupu Abad Ke-17 Terawetkan di Buku Perpustakaan Cambridge

Trinity Hall/DailyMail
Kupu-kupu abad 17 yang terawetkan dalam buku.

 

Seekor kupu-kupu yang berumur hampir 400 tahun ditemukan terjepit di antara halaman-halaman buku di perpustakaan kuno di Universitas Cambridge, Inggris.

Spesimen yang terawetkan dengan sempurna tersebut ditemukan di dalam salinan buku ensiklopedia serangga paling awal di Inggris, Theatre of Insects, yang diterbitkan pada tahun 1634.

Buku tersebut menjadi koleksi di Trinity Hall, Universitas Cambridge sejak tahun 1996.

Kepala perpustakaan Trinity Hall, Jenni Lecky-Thompson mengaku sempat takjub saat menemukan spesimen serangga yang terawetkan cukup lama dalam buku tersebut.

"Ketika saya memeriksa beberapa buku hewan yang menjadi koleksi di perpustakaan kami, saya kebetulan menemukan kupu-kupu ini yang terawetkan cukup lama dalam buku Theatre of Insects. Awalnya saya menduga spesimen tersebut adalah kulit penyu kecil, namun karena berada di sebelah halaman bergambar yang menyertainya, tentu saja hal ini ditujukan agar bisa dikenali oleh para pencinta serangga amatir," papar Lecky-Thompson, seperti dilansir dailymail.co.uk, Senin (10/5).

Umumnya spesimen yang sengaja diawetkan dalam sebuah buku adalah tanaman, dan serangga termasuk yang jarang ditemukan kala itu, karena tidak akan bertahan lama ungkap Lecky-Thompson.

Tidak ada yang tahu pasti kapan atau oleh siapa, kupu-kupu ini diletakkan dalam salah satu bagian buku, bersanding dengan gambar cetakan ukiran kayu abad ke-17 bertinta hitam dalam buku tersebut.

"Yang satu ini bisa saja diletakkan di sana oleh pemilik pertama pada abad ke-17, dan jika demikian sungguh menakjubkan bahwa ia bertahan di sana begitu lama," jelas Lecky-Thompson.

"Saya telah berdiskusi dengan ahli buku langka dan mereka berpendapat kemungkinan besar kupu-kupu itu telah berada di dalam sana selama berabad-abad," imbuhnya.

Sementara itu Will Beharrell, pustakawan Linnean Society, sebuah organisasi di Inggris  yang memiliki konsen pada pengkajian sejarah alam, menyebut jika temuan ini 'menakjubkan', karena jarang ditemukan spesimen hewan yang terawetkan dengan sempurna pada sebuah buku.

Theatre of Insects adalah buku pertama yang diterbitkan di Inggris yang secara eksklusif membahas seputar serangga, arakhnida dan cacing.

Salinan khusus dari buku ini menjadi koleksi dari Trinity Hall setelah keluarga mantan mahasiswa perguruan tinggi ini (Cambridge), Lawrence Strangman menyumbangkannya kepada perpustakaan pada tahun 1996.

Tapi Strangman sendiri hampir pasti tidak menyadari kupu-kupu itu, menurut Lecky-Thompson. (M-2)

Baca Juga

Dok GoSend

GoSend Rilis Buku Kiat UMKM jadi Best Seller di Era Digital

👤Irana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:56 WIB
Dalam penulisan buku ini, pihaknya melibatkan sejumlah pakar bisnis dan UMKM yaitu Rhenald Kasali, Yudo Anggoro, Yuswohady, Wulan Ayodya,...
MI/HO

Ohaiaho Rilis Serum untuk Atasi Jerawat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 07:15 WIB
Riset dari  The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menunjukkan 22% perempuan dewasa terkena jerawat, dibanding laki-laki...
MI/adiyanto

FIB UI Gelar Seminar dan Pameran Foto Keberagaman dan Toleransi Masyarakat Singkawang

👤Adiyanto 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:31 WIB
Seminar ini kelanjutan penerbitan buku “Memoar Orang-Orang Singkawang” yang diterbitkan pada 15 Februari 2022 , bertepatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya