Selasa 02 Maret 2021, 11:00 WIB

Amazon Dituding Diskriminatif pada Buruh Perempuan dan Kulit Hitam

adiyanto | Weekend
Amazon Dituding Diskriminatif pada Buruh Perempuan dan Kulit Hitam

STEPHANIE KEITH / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP
salah satu bentuk protes pekerja Amazon di gudang mereka di New York, pada Mei lalu

PERUSAHAAN e-commerce raksasa Amazon digugat di pengadilan federal AS karena mendiskriminasi  pekerja perempuan dan karyawan kulit hitam.

Dalam gugatannya, Charlotte Newman, karyawan kulit hitam yang mengepalai pengembangan bisnis startup di Amazon Web Services mengatakan, dia telah dilecehkan secara seksual dan dicegah untuk naik ke posisi yang pantas dia dapatkan di perusahaan.

"Seperti banyak karyawan kulit hitam dan perempuan lainnya di Amazon, Charlotte Newman dihadapkan pada pola sistemik diskriminasi berdasarkan warna kulit dan jenis kelaminnya," kata pengacara dalam gugatan tersebut.

Newman meminta kasusnya didengar oleh juri dan diberikan ganti rugi yang tidak disebutkan jumlahnya.

"Amazon bekerja keras untuk mengembangkan budaya yang beragam, adil, dan inklusif, dan tuduhan ini tidak mencerminkan upaya atau nilai-nilai kami," kata seorang juru bicara Amazon ketika dikonfirmasi AFP.

"Kami tidak menolerir diskriminasi atau pelecehan dalam bentuk apa pun dan menyelidiki semua tuduhan secara menyeluruh dan mengambil tindakan yang sesuai."

Amazon, kata juru bicaranya, sedang menyelidiki tuduhan yang dibuat dalam gugatan tersebut.

Newman mengatakan dia dipekerjakan sebagai manajer kebijakan publik di Amazon empat tahun lalu. Jabatan itu, kata dia, biasanya ditugaskan kepada karyawan di tingkat  yang lebih tinggi, namun dia dibayar lebih rendah daripada rekan kerjanya yang berkulit putih.

Menurut gugatan itu, pada Juni tahun lalu, Newman mengajukan keluhan tertulis tentang pelecehan oleh seorang eksekutif pria dan sikap diskriminatif yang diungkapkan oleh manajernya di Amazon.

Selanjutnya pada tahun itu pula, dia mengajukan pengaduan ke Kantor Hak Asasi Manusia di Washington, DC.

Dalam gugatan itu diungkapkan, praktik diksriminasi Amazon, antara lain menempatkan karyawan kulit hitam ke pekerjaan dengan gaji lebih rendah di bawah kualifikasi dan keterampilan mereka. Selain itu, mereka juga dipersulit untuk naik jabatan.

Sejumlah karyawan kulit hitam di Amazon, dan terutama divisi layanan cloud-nya, juga mengaku kerap dilecehkan secara fisik, seperti rambut mereka yang suka disentuh atau dikritik karena tidak cukup ramah.

"Diskriminasi rasial dan seksual ada di Amazon. Mereka telah gagal menangani masalah ini secara serius di antara manajemennya," demikian pernyataan dalam gugatan itu.

Selain dituding diskriminatif, perusahaan milik Jeff Bezos itu juga kerap mendapat protes dari karyawan lantaran dianggap kurang memerhatikan kondisi kerja. Pada April 2020, misalnya, para karyawan protes terkait risiko infeksi virus korona di area perusahaan.  Ketika itu, Amazon dianggap lambat menerapkan protokol kesehatan untuk melindungi karyawan. (AFP/M-4)

 

 

Baca Juga

Rehman Asad / AFP

AS Utus John Kerry ke Tiongkok Bahas Perubahan Iklim

👤Adiyanto 🕔Rabu 14 April 2021, 12:05 WIB
Misi Kerry dilakukan sebagai persiapan untuk KTT iklim virtual yang digagas Presiden Joe Biden yang bakal dihelat pekan...
Yuki IWAMURA / AFP

Jepang Berencana Buang Air Limbah Nuklir Reaktor Fukushima ke Laut

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 14 April 2021, 08:15 WIB
Penolakan terus datang dari berbagai pihak. Mulai dari nelayan lokal, aktivis lingkungan, serta pemerintah...
tangkapan layar google

Google Luncurkan Tiga Fitur Baru di Bulan Ramadan

👤Adiyanto 🕔Rabu 14 April 2021, 07:20 WIB
Dengan Asisten Google, Anda juga dapat diingatkan waktu sahur cukup dengan bicara “bangunin sahur jam 3...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya