Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30), yang akan digelar di Belem, Brasil, para ilmuwan kembali mengingatkan bahwa hutan Amazon, hutan tropis terbesar di dunia, sedang bergerak menuju titik kritis yang tidak dapat dipulihkan.
Amazon berperan vital dalam mengatur iklim global dan keanekaragaman hayati. Namun, tekanan yang terus meningkat akibat deforestasi, pemanasan global, dan kekeringan ekstrem mendorong sebagian hutan hujan tropis itu menuju transformasi ekologi permanen.
"Proses ini sudah terjadi di wilayah selatan Cekungan Amazon," kata Jhan-Carlo Espinoza, peneliti keturunan Prancis-Peru dari Institut Penelitian untuk Pembangunan (IRD) Prancis, dikutip Jumat (7/11).
Espinoza menuturkan bahwa wilayah Amazon Bolivia mengalami kekeringan yang semakin parah dan berkepanjangan, serta mulai berubah menyerupai sabana Cerrado di Brasil. Kekeringan tersebut memecahkan rekor yang tercatat pada 2023 dan 2024.
Sementara itu, bagian utara Amazon menghadapi siklus hidrologis yang semakin intens yang ditandai banjir ekstrem dan banjir dahsyat.
Meskipun para ilmuwan belum dapat memastikan kapan tepatnya Amazon mencapai titik yang tidak dapat dipulihkan, mereka sepakat ada batas kritis yang tidak boleh dilampaui.
"Antara 17%-20% hutan Amazon telah ditebangi, setara gabungan luas Prancis dan Jerman. Sekitar 17% lainnya mengalami degradasi akibat aktivitas manusia," ucap Espinoza.
Selama dua dekade terakhir, suhu global juga telah mencapai level tertinggi sejak pencatatan modern dimulai.
Kombinasi tersebut memperlemah kemampuan Amazon menyerap karbon dan mengganggu siklus air. Sekitar 50% curah hujan Amazon, jelas Espinoza, didaur ulang oleh pepohonan melalui evapotranspirasi atau penguapan air dari permukaan tanah.
Peneliti itu menambahkan bahwa tren itu kini mengancam ketersediaan air dan ketahanan pangan di negara-negara seperti Bolivia dan Peru.
Adapun KTT Iklim COP30 yang dijadwalkan berlangsung 10-21 November 2025 di Brasil akan berfokus pada upaya mewujudkan komitmen iklim
menjadi aksi konkret dan peningkatan pendanaan bagi negara rentan, di tengah ketegangan geopolitik dan sengketa perdagangan yang terus menguji kerja sama global untuk melawan krisis iklim. (Ant/Z-1)
Panas ekstrem juga bisa merusak sistem aliran air di dalam pohon. Udara dapat masuk ke saluran air tanaman, sehingga aliran air terhambat.
Gelombang kebakaran hutan yang mencetak rekor dan dipicu oleh kekeringan parah, yang tak lepas dari pengaruh perubahan iklim dan penggundulan hutan.
Hewan-hewan ini tidak hanya menunjukkan kekayaan biodiversitas Hutan Amazon tetapi juga mencerminkan adaptasi unik dan kemampuan bertahan hidup
Kepulan asap dari kebakaran hutan di hutan hujan Amazon menyebar ke berbagai area di Brasil, menuju Sao Paulo dan mungkin menjalar ke negara tetangga, Argentina dan Paraguay.
Menurut para peneliti, meskipun ada kemajuan yang menggembirakan di Amazon, kondisi di tempat lain kurang menggembirakan.
Melania Trump akan mencetak sejarah sebagai Ibu Negara AS pertama yang memimpin sidang Dewan Keamanan PBB di New York, Maret 2026.
Kehadiran Melania Trump di kursi pimpinan merupakan bagian dari hak AS yang tengah memegang Presidensi Dewan Keamanan PBB.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB menyatakan harapan adanya deeskalasi menjelang putaran perundingan nuklir lanjutan antara Amerika Serikat - Iran di Jenewa, Swis.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Indonesia resmi memimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa. Simak agenda strategis RI, mulai dari hak pangan anak hingga isu Palestina dan Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved