Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penemuan spektakuler menandai babak baru dalam dunia ornitologi di penghujung tahun 2025. Tim peneliti internasional berhasil mengidentifikasi spesies burung baru dari genus Tinamus di kawasan terpencil Serra do Divisor, sebuah kompleks pegunungan di perbatasan antara Brasil dan Peru.
Spesies yang diberi nama ilmiah Tinamus resonans, atau slaty-masked tinamou ini menambah daftar keragaman keluarga Tinamidae. Penemuan ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa pada 2 Desember 2025.
Perjalanan penemuan ini dimulai tahun 2021, ketika tim yang dipimpin Dr. Luis Morais dari Universidade Federal do Rio de Janeiro mendengar kicauan unik di hutan bawah Serra do Divisor. Suaranya menyerupai genus Tinamus, namun tidak selaras dengan spesies mana pun yang dikenal manusia.
“Nyanyian tersebut mirip dengan Tinamus, namun tidak ada spesies yang dapat diidentifikasi secara pasti saat itu, dan tidak ada konfirmasi visual yang diperoleh,” jelas Dr. Morais. Setelah berkonsultasi dengan para ahli burung Amazon, tim menyimpulkan mereka kemungkinan besar sedang berhadapan dengan spesies yang belum terdeskripsikan.
Baru pada 2024, para ilmuwan berhasil memancing dua individu menggunakan rekaman suara digital (playback). Keberhasilan ini memberikan kesempatan langka bagi peneliti untuk mengambil foto dan mengamati burung tersebut dari jarak dekat.
Tinamus resonans memiliki ciri fisik yang mencolok dibandingkan kerabatnya. Burung ini memiliki mahkota berwarna abu-abu gelap yang membentuk "topeng" di area wajah, tubuh bagian bawah berwarna cokelat kayu manis yang cerah, serta punggung abu-abu kecokelatan yang seragam.
Para peneliti menemukan spesies ini mendiami wilayah ketinggian di atas 250 meter. "Hanya perwakilan dari genus ini yang ditemukan di ketinggian pegunungan yang lebih tinggi, menunjukkan kombinasi unik antara warna bulu dan struktur vokal," ungkap tim peneliti.
Salah satu temuan yang paling mengejutkan adalah karakter psikologis burung ini. Berbeda dengan spesies tinamou lain yang biasanya sangat waspada dan pemalu, Tinamus resonans justru menunjukkan perilaku yang jinak.
“Saat berhadapan langsung, individu-individu tersebut tidak menunjukkan perilaku menghindar dan tampak sangat jinak, seolah gagal mengenali manusia sebagai pemangsa potensial,” kata para peneliti. Mereka bahkan terlihat santai menyeberangi area terbuka di bawah tajuk hutan tanpa tanda-tanda kewaspadaan.
Meski baru ditemukan, populasi Tinamus resonans diperkirakan hanya berjumlah sekitar 2.106 individu di area habitat seluas 63.302 hektare. Hal ini membuat mereka rentan terhadap perubahan iklim dan proyek infrastruktur yang direncanakan di wilayah tersebut.
Dr. Morais menekankan penemuan ini menjadi pengingat penting akan kekayaan biologis Serra do Divisor yang tak tergantikan. "Penemuan Tinamus resonans menyoroti keunikan biologis Serra do Divisor dan menegaskan pentingnya menjaga konservasi jangka panjang di wilayah ini," pungkasnya. (Sci.News/Z-2)
Ilmuwan temukan spesies baru Anaconda Hijau Utara di Amazon.
Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan hilang setelah tanah longsor menenggelamkan feri dan merusak kapal penumpang di Sungai Ucayali, Peru.
Hutan Amazon berperan vital dalam mengatur iklim global dan keanekaragaman hayati.
CEO Amazon Andy Jassy menjelaskan pemutusan 14.000 karyawan bukan karena alasan keuangan atau AI, melainkan demi memperbaiki budaya kerja dan struktur organisasi.
Amazon berencana memangkas sekitar 30.000 karyawan kantor atau hampir 10 persen dari total staf administrasi globalnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved