Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Rekaman Langka Will Smith Ungkap Spesies Baru Anaconda Raksasa di Amazon

Thalatie K Yani
13/1/2026 08:04
Rekaman Langka Will Smith Ungkap Spesies Baru Anaconda Raksasa di Amazon
Ilmuwan temukan spesies baru Anaconda Hijau Utara di Amazon. (National Geographic)

DUNIA sains baru saja dikejutkan dengan pengumuman spesies anaconda baru yang ditemukan di pedalaman Amazon, Ekuador. Momen mendebarkan saat para peneliti pertama kali bertemu dengan ular raksasa ini terekam dalam cuplikan seri alam terbaru National Geographic, Pole to Pole with Will Smith.

Dalam rekaman tersebut, pakar racun Bryan Fry bersama aktor Will Smith menelusuri sungai keruh di Wilayah Baihuaeri Waorani didampingi pemandu lokal. Mereka berhasil melumpuhkan seekor anaconda betina raksasa sepanjang sekitar 5 meter untuk mengambil sampel sisiknya. Melalui analisis genetik pada sampel tahun 2022 tersebut, terungkap fakta besar: anaconda hijau yang selama ini dianggap satu spesies, ternyata terdiri dari dua spesies berbeda.

Perbedaan Genetik yang Signifikan

Spesies yang baru diidentifikasi ini dinamakan Anaconda Hijau Utara (Eunectes akayima), berbeda dari kerabatnya di selatan (Eunectes murinus). Meski secara fisik serupa, keduanya telah terpisah secara evolusi selama 10 juta tahun dengan perbedaan DNA mencapai 5,5%. Sebagai perbandingan, perbedaan genetik antara manusia dan simpanse hanya sekitar 2%.

"Menemukan spesies baru sering kali bukan soal pencarian aktif, melainkan adanya proses ilmiah yang ketat sehingga keberuntungan bisa terjadi," ujar Bryan Fry, profesor toksikologi dari University of Queensland. "Penelitian genetika pada anaconda hijau ikonik ini adalah contoh klasiknya."

Alarm Bahaya dari Tubuh Anaconda

Penemuan ini tidak hanya penting secara taksonomi, tetapi juga mengungkap kondisi kesehatan lingkungan Amazon yang mengkhawatirkan. Fry menjelaskan bahwa anaconda jantan dan betina memiliki posisi berbeda dalam rantai makanan. Jika betina memakan mangsa seperti rusa, anaconda jantan lebih banyak mengonsumsi ikan predator dan caiman.

Perbedaan diet ini membuat anaconda jantan mengakumulasi lebih banyak racun akibat tumpahan minyak dan aktivitas industri. Data menunjukkan konsentrasi logam berat seperti kadmium dan timbal pada anaconda jantan 1000 persen lebih tinggi dibandingkan betina.

"Itu bukan perbedaan yang halus. Itu adalah suar peringatan," tegas Fry. Karena pola makan anaconda jantan mirip dengan konsumsi manusia di wilayah tersebut, temuan ini menjadi indikator tingginya polusi yang mengancam penduduk asli Amazon.

Sebagai tindak lanjut, Fry kini tengah menyusun panduan pangan bagi suku Waorani, menyarankan ibu hamil dan anak-anak untuk menghindari ikan predator tingkat atas yang kemungkinan besar mengandung beban kontaminan tinggi. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya